Indonesia dan Malaysia Dorong ASEAN Bahas Situasi Myanmar

oleh -194 views
PM Malaysia, Presiden Jokowi, WNI
Presiden Jokowi melakukan konferensi pers bersama PM Malaysia Muhyiddin Yassin, pada Jumat, 5 Februari 2021 [File: BPMI Setpres/ Lukas]

LEAD.co.id | Presiden Jokowi dan Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (5/2/2021). Selain soal perlindungan WNI, mereka juga membahas Isu kawasan yaitu perkembangan politik di Myanmar.

“Kita prihatin dengan perkembangan politik di Myanmar dan kita berharap perbedaan politik itu dapat diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku,” ujar Presiden Jokowi saat menyampaikan pernyataan pers bersama.

Untuk mewujudkan visi komunitas ASEAN, kata Presiden Jokowi, penting bagi semua negara anggota untuk terus menghormati prinsip-prinsip piagam ASEAN terutama prinsip rule of law, good governance, demokrasi hak asasi manusia, dan pemerintahan yang konstitusional.

Baca :  Presiden Jokowi Dorong Peningkatan Kerja Sama ASEAN-Tiongkok

“Sebagai satu keluarga, kita minta dua menteri luar negeri untuk berbicara dengan Chair ASEAN guna menjajaki dilakukannya pertemuan khusus menteri luar negeri ASEAN mengenai perkembangan Myanmar,” imbuhnya.

Sementara itu, PM Muhyiddin Yassin mengatakan bahwa Malaysia juga memandang serius keadaan politik saat ini di Myanmar dan mendukung digelarnya pertemuan para menteri luar negeri ASEAN. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan sebuah langkah mundur dalam proses demokrasi di Myanmar.

“Kerusuhan politik di Myanmar dikhawatirkan dapat mempengaruhi perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ujar PM Muhyiddin.

Baca :  ASEAN Foundation dan IMZ DD Gelar Belajar Analisis Data

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *