Karantina Pertanian Merauke Gagalkan Penyelundupan Si Jambul Kuning

oleh -257 views

LEAD.co.id | Petugas Karantina Pertanian Merauke bersama AVSEC Bandara Mopah berhasil gagalkan upaya penyelundupan burung kakatua jambul kuning (Cacatua galerita) yang dimasukan ke dalam kardus paket (8/11/2019). Bersama petugas AVSEC, petugas lantas membuka kardus yang ternyata berisi 15 ekor burung Kakaktua Jambul Kuning.

Burung malang ini tadinya akan dikirim ke Jayapura oleh oknum kurir ekspedisi atas permintaan seseorang. Candra, dokter hewan Karantina Pertanian Merauke, mengatakan jika kelima belas burung kakatua ini dimasukkan dalam kardus kecil penuh sesak untuk mengelabui petugas.

“Hal ini tentunya tidak sesuai dengan prinsip kesejahteraan hewan karena burung susah bernapas dan berimpitan,” imbuhnya.

Baca :  Satgas RI-PNG Ajarkan Anak-Anak Perbatasan Menanam Hidroponik

SobatQ, Kakaktua jambul kuning atau juga disebut kakaktua koki ini masuk daftar hewan yang dilindungi sesuai dengan Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018. Selain melanggar UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, modus penyelundupan ini juga melanggar UU Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan ancaman pidana penjara hingga 3 tahun dan denda 150 juta rupiah.

Selanjutnya, dengan disaksikan oleh instansi terkait, seperti AVSEC, unsur TNI/Polri, dan BKSDA, burung-burung cantik dari Papua ini diserahkan kepada BKSDA Merauke setelah penandatanganan berita acara untuk diproses lebih lanjut. Pemilik dikenakan berita acara pemeriksaan (BAP) agar patuh dan tidak mengulangi perbuatan yang sama.

Baca :  Rektor IPB: Keterlibatan KNPI di Sektor Pertanian Sangat Dibutuhkan

“Mari, jaga kelestarian alam untuk masa depan anak cucu kita dengan menjaga satwa dilindungi tetap pada habitatnya ya,” tutupnya.(Ul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *