Kawah Ijen Naik Level Waspada, Masyarakat Diimbau Menjauh

oleh -859 views

JAKARTA (Lead.co.id) – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI merilis status Gunung Ijen dari level I normal, menjadi level II waspada.

“Kenaikan status Gunung Ijen menjadi waspada terhitung sejak 7 Januari 2023 pukul 14.00 Wib dengan rekomendasi yang disesuiakan potensi ancaman bahaya terkini,” ujar Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), Ijen Suparjan dalam keterangannya, pada Sabtu (7/1/2023).

Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental periode 1 Desember 2022 hingga 7 Januari 2023, cuaca di Gunung Ijen cerah hingga hujan, angin bertiup lemah hingga kencang ke arah Timur, Selatan, dan Barat.

Baca :  Gempa Bumi Mag:6.3 Guncang Bangkalan Madura

edangkan suhu udara tercatat antara 18-33 drajat celcius. Asap solfatara berwarna putih bertekanan lemah dengan intensitas tipis. Untuk tinggi asap antara 50-400 meter dari puncak.

Badan Geologi juga mencatat, suhu air danau Kawah Ijen pada Desember 2022 terukur 16 derajat celcius. Pada Tanggal 5 Januari 2023, pemeriksaan kawah menunjukan suhu air danau kawah meningkat menjadi 45,6 derajad celcius.

“Warna air danau kawah hijau muda. Asap solfatara putih tebal tekanan lemah sampai sedang. Bau gas belerang tercium sangat kuat,” tambah Suparjan.

Sementara itu, untuk pengamatan kegempaan pada umumnya fluktuatif, namun terjadi kecendrungan peningkatan pada gempa permukaan atau pada kedalaman dangkal.

Baca :  Presiden Jokowi Lantik Suharyanto Menjadi Kepala BNPB

“Periode 1 Desember 2022 hingga Januari 2023 terekam 246 kali gempa hembusan 1 kali gempa tremor non- harmonik 3 kali gempa tornilli 890 gempa vulkanik dangkal 20 gempa vulkanik dalam 9 kali gempa tektonik lokal, dan tremor menerus dengan aplitudo 0,5-2mm,” paparnya.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Ijen, Badan Geologi merekomendasikan masyarakat, pengunjung maupun wisatawan dan para penambang belerang untuk tidak mendekati kawah dalam radius 1,5 kilometer dari bibir kawah.

“Kita rekomendasikan segala aktivitas manusia untuk tidak mendekat kawah dalam radius 1,5 kilometer dri bibir kawah, karena sangat berbahaya,” pungkasnya.