Oleh: Apendi Arsyad
Maaf baru buka WAG Cidolog Fighter sore ini, Selasa (21/12/2021). Karena Handphone bermasalah, baca tumpukan pesan-pesan sehari setelah perjalanan ke Desa Cidolog dan Pelabuhan Ratu Sukabumi, yang cukup melelahkan dan menyenangkan, disertai dengan segala kebersamaan dan kehangatannya.
Alhamdulillah dan terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya yang akrab dan saling mengapresiasi. Saya juga memohon maaf jika ada kekhilafan dan kesalahan baik sadar maupun tidak selama kita saling berinteraksi dalam perjalanan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) dan dilanjutkan berdarma wisata di pantai dan laut Samudera Hindia yang elok dan eskotik tersebut (ecomarine toerisme) selama 2 hari, Sabtu sampai Ahad kemarin.
Jujur saya berkata, acara tersebut telah memberikan kesan dan kenangan manis tersendiri bagi saya, dan barang tentu kita semua selama pergi-pulang dari lokasi Ppm dan wisata tersebut. Terus terang saya yang telah mengabdi lk 34 tahun pada Prodi Agribisnis Faperta UNIDA, baru kali ini menikmati kegiatan Ppm disertai hiburan rekreasi bersama dosen dan mahasiswa Agribisnis, dimana prodi Agribisnis saya ikut mendirikannya tahun 1987.
Terima kasih bapak Miftah dan para bpk dan ibu Dosen Agribisnis, terutama Kaprodi Agribisnis mpok Siti Masitoh, juga dosen senior ibu Dr Wini dan Itha, serta dosen cantiek Teteh Arti atas semangat kebersamaan telah menebar aura kebaikan, persahabatan dan kekeluargaan yang hangat.
Walaupun saya tahu dan sadar bahwa beberapa dosen seperti saya sudah berusia kepala 6 (lansia) sdh agak “repot” melakukan perjalanan jauh karena staminanya tidak seperti dulu lagi. Esok harinya (hari ini) penyakit “encok” di pinggang saya pun kambuh atau kumat lagi, dan terapinya diurut syaraf-syaraf yang “abnormal” oleh tukang pijat tetangga dan langganganku untuk menjadi normal dan sehat kembali.
Mungkin juga “kepenatan”, yang dirasakan dan dialami para “nenek-nenek” millenial yang ikut serta “Ppm and ecomarine toerisme” kemarin. Saya sendiri tak lupa berdoa, meminta kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan dan kesehatan kpd kita sekalian. Alhamdulillah, Allah SWT kabulkan doa kita, sehingga kita selamat sampai ke rumah kita masing2 pada Senin sore menjelang maghrib. Walaupun perjalanan pulang kita, kondisi lalu lintas macet berat, sehingga terlambat tiba di rumah di Bogor.
Saya juga bersyukur dalam perjalanan berkesempatan makan di restoran Padang kota Sukabumi, dgn hidangan menu gulai ikan Kakap, Rendang, Gulai daging, goreng ayam dan ikan balado, sambal dan juz yang nikmat dan kemudian dihibur pula dengan musik-gitar “jalanan” pengamen profesional, bernama Richo asal Sukabumi, dengan tembang lagunya yg hit and hot, sehingga kita bersuka ria, saling bergerak-gerik, bergoyang tubuh dan kepala dengan tangan melambai-lambai, menikmati hiburan lagu. Ini pertanda kita semua dalam keadaan senang, riang gembira, dan berbahagia, serta rasa capek dan penat pun hilang buat sementara (silakan lihat rekaman videonya, lucu lucu dan kita bergembira ria).
Menurut informasi dari ibu Arti, Richo adalah seorang pengamen Sukabumi yang pernah ikut lomba Idol RCTI, masuk 10 besar bersama penyanyi Gishel, beberapa tahun lalu.
Tentunya saya berterima kasih buat para mahasiswa mahasiswiku yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik, kalian telah memberikan keceriaan, ingat bpk bisa berfhoto di kolam renang, pantai, etc bersama kalian yg sedang berenang. Kalian mahasiswa Agb juga telah membantu penyelesaian tugas dan pekerjaan teknis kegiatan Ppm di lapangan dengan baik, semoga menjadi bahan pembelajaran (lesson learn) buat kalian semua, yang merupakan momentum sangat berharga dalam kehidupan Anda. Luar biasa kita nikmati kesenangan itu dengan tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikanNya.
Sudah lama saya tak menikmati suasana hiburan bersama para dosen dan mahasiswa seperti ini, (diawal berdirinya UNIDA pernah rombongan dosen dan pegawai sekeluarga ke daerah ini, saya pimpin thn 1988).
Perjalanan ke Ciboleg dan Pantai Pl Ratu kali ini, kita bisa berekreasi menikmati alam, bercanda ria, berwisata ke lokasi lokasi seperti Pelabuhan ikan Samudera kota Pelabuhan Ratu, pantai Citepus, Cisolok, Pelabuhan Ratu Sukabumi (daerah Geopark) yang terkenal dengan fanorama alamnya yang indah mempesona, apalagi disertai dengan menginap di hotel berbintang spt Grand Inna Samudera Beach Hotel (SBH), Pelabuhan Ratu, yang terkenal kamar sakti 308 Ratu Selatan, Nyi Roro Kidulnya, yang banyak didatangi para penikmat spiritual, aliran kepercayaan tertentu di tanah air untuk meminta sesuatu, yang musrik.
Alhamdulillah, kita menikmati rasa kebersamaan dalam menunaikan tugas akademik Pengabdian pada Masyarakat (Ppm) dgn para petani Pepaya “California” di Desa Cidolog Sukabumi. Walaupun ke desa lokasi Ppm ini kita tempuh lk 9 jam dari Ciawi Bogor ke Desa Cidolog Sukabumi, yang cukup melelahkan, dan terkadang beristirahat dulu di masjid sholat fardhu, istirahat, makan dan minum.
Medan perjalanan cukup berat dan menantang memasuki areal pegunungan dan lembah-lembah, yang mendebarkan, jalannya berkelok-berliku, mendaki dan menurun dengan sebagian badan jalan berlubang dan sedang dalam perbaikan menggunakan konstruksi beton. Namun hal ini tidak mengurangi dan mengendorkan semangat kami untuk sampai di desa tujuan untuk kegiatan PPM. Bahkan di saat memasuki kampung-kampung pemukiman penduduk di Desa Cidolog, 3 mobil pribadi yang kami naiki dan tumpangi harus melewati dan menyeberang badan sungai Cidolog yang air mengalirnya sedang dangkal.
Mobil kami agar sampai ke seberang sungai harus jalan sangat berhati-hati melewati bebatuan yang memenuhi badan sungai. Ini sebuah pengalaman baru perjalanan kami “berpetualang” (adventure) yang sangat berkesan, mendebarkan hati, karena kami merasa was-was mobil yang kami tumpangi khawatir terseret derasnya arus sungai Codolog, sedangkan kiri-kanan daerah tebing sungai rumah-rumah penduduk yang padat, dan tak jauh dari situ ada lokasi tebing curam Air Terjun yang indah menawan, namun alhamdulillah kami selamat sampai ke seberang sungai, menuju kampung warga Kelompok Tani (Poktan) Lugina-Cidolog Kec.Cidolog Kabupaten Sukabumi, lokasi kegiatan Ppm, dengan selamat.
Namun kita puas bisa bertemu tatap-muka, bertukar pikiran dan pengalaman dgn para anggota Poktan Liguna Desa Cidolog, teruma dari Tokmas Petani setempat yang banyak pengalaman bapak Uday Hidayat. Mereka begitu baik dan ramahnya menerima kita. Kita telah dijamu makan enak ala dan “menu ndeso” yang enak dan lezat dengan sajian aneka Ikan, lalap-lalapan ala Sunda, sayur dan sop dagingnya yang gurih, etc, yang membuat suasana desa Cidolog agak berlainan dari biasanya.
Semoga ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang didesiminasikan oleh para dosen Agribisnis, dengan memberikan penyuluhan pertanian kepada para anggota Poktan Lugina-Cidolog, yang dipimpin Kontak Tani Andalan bapak Uday Hidayat, hendaknya bisa memperbaiki cara berbudidaya (better farming) tanaman, dan beraktivitas agribisnis akan semakin lebih baik, serta income usaha tani pun bertambah sehingga kesejahteraan keluarga petani meningkat, insyaAllah.
Walaupun penyampaian materi waktunya amatlah sempit dan terbatas dilakukan pada sore harinya, menjelang magrib dan dalam suasana hujan lebat, yang membuat daerah aliran Sungai Cidolog pun meluap, kebanjiran. Tapi nampak saya lihat bapak dan ibu, serta pemuda Tani Cidolog, memperhatikan dan menyimak materi yang kita sampaikan dengan khusuk… wallahua’lam-bissahab.
Untuk melengkapi isi pesan dari tulisan ini, bisa juga dibaca tulisan saya berjudul “Sekilas info SBH Pelabuhan Ratu” yang ditulis di kamar hotel SBH 611, pantai Samudera Hindia Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Sekali lagi terima kasih kepada para Sahabat, dosen – mahasiswa, dan mohon maaf apabila ada hal yang kurang berkenan. Selamat bersenang-senang dan berbahagia Bro.
Penulis adalah Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, dan Pegiat serta Pemerhati Sosial.





