Site icon LEAD.co.id

Kilometer 0, Destinasi Wisata di Kota Sabang yang Menakjubkan

Kilometer 0, Destinasi Wisata, Kota Sabang, Menakjubkan

Oleh: Musawir Al Fayd

Perjalanan ke Kota Sabang, tepatnya ke Kilometer 0 pada minggu kedua bulan Maret 2022 ini menginspirasi saya untuk menulis. Setahun sudah saya berada di Aceh namun baru kali ini saya berkesempatan melakukan perjalanan ke Kota Sabang.

Perjalanan ini pun karena diajak oleh para akademisi pada salah satu Universitas di Banda Aceh sedang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Kota Sabang ini.

Sabang adalah kota yang berada di sisi paling Barat Indonesia.  Statusnya sebagai kota paling barat di Indonesia ini membuat Sabang memiliki Tugu Nol Kilometer atau disebut juga Monumen Kilometer Nol.

Menurut info yang saya dapat, tugu kilometer 0 ini memiliki tinggi 22,5 meter. Tugu tersebut merupakan simbol dari titik nol kilometer wilayah Indonesia, serta perekat Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Namun tugu ini bukan hanya penanda wilayah saja, tapi juga objek wisata sejarah.

Tugu Nol Kilometer adalah sebuah bangunan berbentuk lingkaran berjeruji dengan bagian atas menyempit menyerupai mata bor. Pada bagian puncaknya, terdapat patung burung Garuda menggenggam angka nol. (sumber: okezone)

Saat kita berkunjung ke Tugu Nol Kilometer ini, kita akan menemukan beberapa filosofi serta pesan-pesan kebangsaan yang menyatukan keberagaman Indonesia.

Pertama, empat pilar kokoh yang menyangga bangunan merupakan simbol batas-batas Indonesia, yaitu Sabang sampai Merauke dan Miangas sampai Pulau Rote. Kemudian, kita juga akan melihat sebuah lingkaran besar pada tugu yang menjadi analogi dari angka nol.

Selanjutnya, ornamen berbentuk segi delapan menggambarkan landasan ajaran Islam, kebudayaan Aceh dan Nusantara dalam lingkup yang luas. Ada pula motif senjata pusaka warga Aceh, Rencong. Ini merupakan simbol keikutsertaan warga Aceh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. (sumber: akuratco)

Di monumen ini, kita juga akan melihat beberapa penanda penting. Pertama, prasasti peresmian tugu yang ditandatangani Wakil Presiden Try Sutrisno, pada 9 September 1997. Kemudian, prasasti bertuliskan penetapan posisi geografis KM-0 Indonesia tersebut diukur pakar BPP Teknologi dengan menggunakan teknologi Global Positioning System (GPS).

Prasasti ini ditandatangani Menteri Riset dan Teknologi/Ketua BPP Teknologi BJ Habibie, pada 24 September 1997. Terakhir, ada prasasti yang menjelaskan posisi geografis tempat ini. (sumber: google)

Jika berkunjung ke Tugu Nol Kilometer di Sabang ini, kita akan diberikan sertifikat sebagai penanda sudah mengunjungi titik Nol Indonesia tersebut. Kebetulan pada saat perjalanan saya ke kilometer 0 ini saya belum bisa mendapatkan sertifikat tersebut karena sertifikatnya sedang habis… ( tiada kesan tanpa sertifikat… tapi tak mengapa nasib saya kurang beruntung he he he

Kita lanjutkan ceritanya, Tugu Nol Kilometer ini dibangun menghadap laut, jadi, kita bisa menyaksikan hamparan Samudera Hindia dari atas tugu. Sementara pada bagian bawah tugu, ada sejumlah pedagang menyediakan beragam souvenir.

Tugu Nol Kilometer terletak di Pulau Weh, atau tepatnya di areal Hutan Wisata Sabang, Desa Iboih Ujong Ba’u, Kecamatan Sukakarya, Sabang. Dari Kota Sabang, perjalanan akan memakan waktu sekitar 40 menit. Tugu Nol Kilometer di Sabang memiliki kembarannya yaitu di Merauke, Papua, tepatnya di Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Sembari ingin menikmati keindahan alamnya maka perjalanan saya dari Kota Sabang ke Kilometer 0 ini dengan menggunakan sepeda motor.. pegal pantat rasanya karena lamanya duduk.

Selama perjalanan menuju ke Tugu Nol Kilometer, kita akan disuguhi dengan keindahan alam Pulau Weh berupa perbukitan hijau, serta deretan pantai-pantai nan eksotis.

Tak jarang, di pinggir jalan akan dijumpai kawanan monyet-monyet bergelantungan, yang mengharapkan makanan dari para wisatawan. Pulau Weh memang masih alami, rimbunnya pepohonan hijau akan menemani disepanjang perjalanan wisatawan.

Ketika berkunjung ke Tugu Nol Kilometer Kota Sabang, sekarang kita juga bisa naik keatas karena telah dibangun tangga dibadan tugu. Saat berada di atas tugu, kita bisa melihat pemandangan alam Pulau Weh yang menyajikan hamparan lautan luas, serta perbukitan hijau.

Tinggi dan gamang saya saat berada diatas tugu… angin yang cukup kencang dan lautan lepas di depan mata membuat saya tidak berani berlama lama disana… takuuuttt

Disekitar Tugu Nol Kilometer Kota Sabang, kita juga bisa menemukan banyak pedagang yang menjual souvenir dan cinderamata. Terdapat banyak sekali pernak-pernik yang bisa dijadikan oleh-oleh seperti kaos, pin, topi dan masih banyak lagi. Jika merasa lapar, kita juga bisa menemukan warung, restoran bahkan café yang menawarkan berbagai makanan khas Aceh…

Jika ingin menginap, kita bisa menuju ke Pantai Iboih yang jaraknya hanya 5 kilometer dari lokasi tugu. Di Pantai Iboih, kita bisa memilih penginapan atau bungalow sesuai selera.

Tempat ini juga sangat cocok untuk destinasi hunting foto. Disini kita akan dipuaskan dengan berbagai objek menarik, kita bisa memotret megahnya tugu dan juga berfoto disalah satu spot yang menjadi andalan yaitu di tulisan Kilometer 0 Indonesia.

Selain itu, kita juga bisa mengabadikan keindahan alam Pulau Weh dari lokasi tugu. Naiklah keatas tugu untuk memotret, maka kita akan dimanjakan dengan panorama alam yang aduhai. Keindahan sunset pun juga sangat sayang jika tak diabadikan… tiada kesan tanpa berpoto…

Semoga bagi yang belum sampai ke Kilometer 0 ini saya doakan semoga bisa suatu saat menikmatinya juga.

Mallorca – Wellbeing – Cluster: Quality criteria for centers dedicated to Wellness eq 300 mg planet fitness – 42 town st norwich, ct – health & fitness, exercise & fitness programs – (860)-859-1365

Exit mobile version