Oleh: Musawir Al Fayd
Memaafkan kesalahan orang lain adalah sifat mulia yang dicontohkan Rasulullah Saw. Beliau adalah sosok yang tak pernah mendendam, juga tidak pernah melampiaskan kemarahan kepada orang lain. Allah swt juga memerintahkan orang-orang yang beriman untuk bersabar dan memaafkan. “Tetapi barang siapa yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia.” (QS. Asy-Syura: 43)
Memaafkan yang dimaksud adalah rasa yang tulus untuk melupakan kesalahan orang lain, dan menghilangkan rasa dendam, sakit hati dan benci di hati kita. Sebab banyak orang yang secara lisan memaafkan, tetapi masih menyimpan amarah dan dendam di dalam hatinya.
Tentu ada hikmah di balik sifat memaafkan. Salah satunya adalah membina rasa persaudaraan dan mempererat tali silaturrahim.
Hikmah lain yang tidak kita duga adalah, bahwa memaafkan secara tulus ternyata bisa menyehatkan tubuh kita. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Frederic Luskin, Ph.D, Senior Consultant Promosi Kesehatan Univ. Stanford, dalam bukunya dituliskan, Forgive for Good (Memaafkan Demi Kebaikan), bahwa sifat pemaaf bisa menjadi resep yang terbukti bagi kesehatan dan kebahagiaan. Buku tersebut memaparkan bagaimana sifat pemaaf memicu terciptanya keadaan baik dalam pikiran seperti harapan, kesabaran, dan percaya diri dengan mengurangi kemarahan, penderitaaan, sering mengeluh, cepat down serta putus asa. Kemarahan yang dipelihara tersebut menyebabkan dampak fisik yang dapat teramati pada diri seseorang.
Sedangkan sebuah tulisan “Forgiveness” yang diterbitkan Healing Current Magazine, juga menyebutkan bahwa kemarahan pada seseorang atau suatu peristiwa dapat menimbulkan emosi negative dalam diri seseorang, dan merusak keseimbangan emosional dan kesehatan jasmani mereka.
Memendam kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang mampu menganggu kesehatan seseorang. Sebaliknya memaafkan, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan dan menjadi salah satu bagian dari akhlak terpuji, yang mampu menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan.
Memaafkan pada akhirnya, mampu membantu kita menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Tetapi yang harus di ingat, tujuan sebenarnya dari memaafkan adalah untuk mendapatkan Ridha Allah swt. “….dan jika kamu memaafkan dan kamu santuni serta ampuni mereka, maka sungguh Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang.”(QS. At-Taqabun: 14).
Dengan demikian, baik penjelasan dari Al Qur’an maupun hasil penelitian yang dilakukan oleh para ahli, maka tidak ada alasan lagi bagi kita untuk tidak memaafkan kesalahan orang lain, jika kita ingin hidup sehat dan bahagia….. InsyaAllah….
Tanamkan benih kebaikan, Pancarkan senyum keikhlasan, Tebarkan kasih sayang , dan Jalin ukhuwah islamiyah





