BOGOR (LEAD.co.id) – Kenaikan harga telur membuat para peternak ayam petelur dapat tersenyum lebar. Kini, harga telur ayam mencapai Rp 25.000 per Kilogram dari semula Rp 18.000 per Kilogram.
Peternak ayam petelur kini mulai bisa bernapas lega, pasalnya harga telur ayam kini sudah mulai merangkak naik. Berbanding terbalik dengan kondisi tiga bulan lalu, harga telur ayam mencapai Rp. 18.000 per kilogram.
Namun, kondisi itu berbeda dengan taufik (45), salah satu peternak ayam petelur asal Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Taufik mengalami kerugian yang cukup besar setelah harga telur ayam di pasaran anjlok drastis sejak tiga bulan lalu, hingga usaha yang telah dirintisnya sejak tahun 2019 mengalami gulung tikar.
Gulung tikarnya usaha yang dilakoni ini, dikarenakan pendapatan tidak sebanding dengan harga ongkos produksi.
“Kurang lebih sejak tiga bulan lalu harga telurnya turun, tapi harga pakan malah naik. Engga seimbang sampai akhirnya bangkrut,” imbuh Taufik saat ditemui tim LEAD.co.id, pada Kamis (18/11/2021).
Lebih lanjut Taufik mengatakan bahwa, harga pakan yang menjulang tinggi menjadi salah satu faktor bangkrutnya usaha peternaknya.
” Pakan yang awalnya kurang lebih 315.000, berubah naik harga jadi 350.000 Ini salah satu yang memperberat usaha peternak ayam petelur,” lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Taufik berharap pemerintah lebih memperhatikan para pelaku usaha peternak ayam petelur kecil seperti dirinya, agar di lain kesempatan usahanya dapat berjalan dalam jangka waktu yang lama.
Reporter: Purbasari, Tebby A, Irwan H
Editor: Aru Prayogi





