KKN Arutal 150 UIN Jakarta Ubah Potensi Desa, Warga Diajak Melek Digital

oleh -45 views

BOGOR (Lead.co.id) – Kelompok Arutal 150 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membawa pendekatan berbeda dalam menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tak berhenti pada kegiatan sosial dan pendidikan, mahasiswa turut membidik potensi ekonomi desa agar dapat berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital.

Wakil Ketua Kelompok Arutal 150, Ubayd Tsaqiif Thufayl mengatakan program KKN disusun berdasarkan hasil komunikasi langsung dengan masyarakat, RT, RW serta pemerintah desa. Mahasiswa berupaya memastikan kegiatan yang dijalankan memiliki manfaat nyata bagi warga.

“Kami ingin memaksimalkan momentum KKN ini untuk benar-benar turun membantu warga dari berbagai sisi,” ujar Ubayd saat diwawancarai, pada Sabtu (15/8/2026).

Sejumlah bidang menjadi perhatian mahasiswa, mulai dari pendidikan, sosial, lingkungan hingga hukum. Salah satu program yang sedang dipersiapkan yakni penyuluhan hukum dengan menggandeng lembaga hukum dari Cibinong.

Baca :  Kasus Pembangunan Asrama, Polisi Periksa Mantan Warek UIN Jakarta

Program tersebut masih dalam tahap koordinasi dengan pemerintah desa untuk memastikan kesiapan pelaksanaan.

Di bidang pendidikan, mahasiswa Arutal 150 turun langsung mengajar di SDN 07 Ciampea dan At-Taqwa JUDMI. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan pembelajaran di kelas, tetapi juga edukasi mengenai bullying, pemanfaatan barang bekas melalui hasta karya serta pemilahan sampah organik dan nonorganik.

Sementara di sektor lingkungan, rencana pembangunan bank sampah akhirnya tidak menjadi prioritas setelah mahasiswa mengetahui pengelolaan sampah di wilayah tersebut sudah berjalan melalui sistem pengangkutan rutin.

Perhatian kemudian diarahkan pada potensi ketahanan pangan desa, salah satunya peternakan ayam petelur yang dikelola melalui BUMDes.

Mahasiswa melihat potensi tersebut masih dapat dikembangkan dari sisi pemasaran. Karena itu, Arutal 150 membantu pengelola membuat konten digital, mengelola media sosial hingga memberikan edukasi mengenai pemasaran melalui platform digital.

Baca :  Ungkap Kejanggalan, Mantan Presma UIN Dipidanakan

“Sekarang sudah masuk ranah digital. Kami membantu membuat konten, mengelola media sosial, sekaligus mengajarkan bagaimana produk bisa dipasarkan melalui media sosial,” kata Ubayd.

Langkah tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus membuat pengelola memiliki kemampuan untuk mengembangkan promosi secara mandiri setelah mahasiswa menyelesaikan KKN.

Tak hanya fokus pada program ekonomi, keterlibatan warga juga menjadi perhatian mahasiswa. Selama sekitar dua hingga tiga pekan menjalankan KKN, Ubayd menyebut respons masyarakat cukup positif, termasuk dalam kegiatan kerja bakti dan berbagai agenda sosial.

“Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar dan antusias warga cukup tinggi,” ungkapnya.

Baca :  Warga Bogor Terima Kunci Bedah Rumah, Kapolda Jabar Memantau

Ubayd menilai keberhasilan KKN tidak ditentukan dari banyaknya kegiatan yang digelar. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi ukuran utama apakah sebuah program benar-benar diterima dan memberikan manfaat.

“Kalau program banyak tetapi masyarakat tidak antusias dan tidak hadir, menurut kami itu bukan ukuran keberhasilan. Yang penting adalah bagaimana respons dan keterlibatan masyarakat,” tegasnya.

Kelompok Arutal 150 berharap program yang telah dibangun dapat tetap berjalan setelah masa KKN berakhir. Mahasiswa ingin penguatan ketahanan pangan, pendidikan, literasi lingkungan dan digitalisasi ekonomi desa tidak berhenti ketika mereka meninggalkan lokasi pengabdian.

Kehadiran mahasiswa pun diharapkan meninggalkan sesuatu yang lebih berarti bukan sekadar kenangan KKN, tetapi pengetahuan dan kemampuan yang bisa terus digunakan masyarakat.

Surya Sp