Ungkap Kejanggalan, Mantan Presma UIN Dipidanakan

0
UIN Jakarta, Presma UIN,Pidana, UU ITE
Mantan Presma UIN, Sultan Rivandi bersama tim pembela hukummnya saat memenuhi panggilan Polres Metro Jakarta Selatan, pada Senin (7/4/2021)

LEAD.co.id | Kasus dugaan tindak pidana pemalsuaan dokumen dan korupsi proyek pembangunan Asrama UIN Jakarta senilai 4.7 Miliar terus bergulir, setelah pelimpahan kasus dari Polda Metro Jaya ke Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Kini, pelapor yang juga presiden mahasiswa UIN tahun 2019 Sultan Rivandi dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik pasal 45 ayat 3 dan 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Menangapi pemangilan tersebut Sultan Rivandi menyebut akan menjalani proses sesuai aturan yang berlaku serta yakin bahwa apa yang dilakukannya bukan bentuk pencemaran nama baik, karena disertai dengan bukti-bukti.

Baca :  Polemik UU ITE: Kapolri Minta Utamakan Mediasi

“Pencemaran nama baik disurat tertulis 21 November 2021 di STAI Al-Hikmah Jakarta Selatan, semoga itu typo atau memang tidak pernah ada pencemaran nama baik yang saya lakukan. Walaupun janggal insyaAllah tetap hadir,” ujarnya, pada Senin (7/4/2021).

Berdasarkan surat panggilan Polda Metro Jaya tertanggal 31 Maret 2021 yang diterima redaksi, terlapor diduga mencemarkan nama baik salah seorang guru besar UIN Jakarta yang juga menjabat ketua pelaksana pembangunan Asrama berinisial PS.

Sultan, sebagai terlapor juga menyampaikan kepada pihak kepolisian bahwa semoga momentum ini dijadikan bahan evaluasi terhadap pasal karet yang kerap digunakan untuk tujuan-tujuan tertentu.

Baca :  Kasus Pembangunan Asrama, Polisi Periksa Mantan Warek UIN Jakarta

“Saya sampaikan, bahwa Polri harus berlaku adil dan selektif terhadap penggunaan pasal karet UU ITE ini. Sehingga tidak ada lagi korban korban pasal karet pencemaran nama baik, khususnya dalam kasus ini.” Ujar, Sultan.

“Semoga keanehan ini tidak terjadi berkelanjutan. Saya yang berniat untuk membersihkan dianggap mencemarkan, tapi yang diduga mencemarkan terus menerus dibersihkan.”

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here