BOGOR (Lead.co.id) – Tujuh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Kelurahan Ranggamekar, Kecamatan Bogor Selatan selama 40 hari, mulai 20 Juni hingga 29 Juli 2022.
KKN-T mengusung 3 aspek utama yaitu kesehatan, ekonomi dan lingkungan. Kedatangan mahasiswa itu disambut oleh Lurah Ranggamekar, Ahmad Jaelani di kantor Kelurahan.
Ragil Pamungkas, ketua kelompok KKN-T mengungkapkan, angka stunting pada kelurahan ini tergolong tinggi yaitu sebanyak 65 anak. Hal itu, akibat kurangnya pengetahuan orang tua mengenai makanan yang sehat dan bergizi tinggi.
Maka dari itu, mahasiswa KKN melakukan penyuluhan mengenai pedoman gizi seimbang pada tanggal 24 Juli diiringi dengan demo masak menggunakan menu tinggi gizi namun terjangkau.
“Kami harapkan nantinya dengan adanya penyuluhan ini ibu-ibu di sini dapat lebih dapat peduli terhadap makanan buah hatinya yang mengandung gizi seimbang,” kata Ragil dalam keterangannya kepada Lead.co.id, pada Rabu (27/07/22).
Selain itu, pihaknya juga mengarahkan ibu hamil untuk mendapatkan nutrisi yang penuh sehingga dapat mengurangi angka stunting di kelurahan tersebut.
Mahasiswa itu juga melakukan pemberdayaan terhadap UMKM potensial dalam bidang pemasaran, packaging dan manajemen keuangan sehingga terjadi peningkatan dari segi penjualan.
UMKM potensial yang memiliki prospektif kedepannya adalah Pawon Sachi. UMKM ini merupakan usaha rumahan yang menjual Dimsum dengan nama Dimsum Gocempool dan Chili Oil yang bernama Chili Go.
Mahasiswa juga menyelenggarakan penyuluhan UMKM yang ditujukan untuk para pelaku UMKM di Kelurahan Ranggamekar dengan tema “Optimalkan Kinerja dan Kualitas UMKM dengan Strategi Pemasaran dan Keuangan yang Tepat”.
Penyuluhan tersebut dihadiri oleh kurang-lebih 50 pelaku UMKM. Materi yang diangkat berupa strategi bauran pemasaran (Marketing Mix 4P) yang disampaikan dosen Ilmu Ekonomi IPB, Dr Lukytawati Anggraeni, SP, M.Si.
Lalu pada aspek lingkungan, para mahasiswa mengoptimalkan kembali lahan tanam yang dikelola oleh KWT (Kelompok Wanita Tani) di Kelurahan Ranggamekar. Sempat vakum pada saat pandemi mengakibatkan lahan menjadi terbengkalai.
Kedatangan Mahasiswa KKNT ini diharapkan dapat memberikan wajah baru bagi lahan KWT, ditambah dengan penggunaan bibit unggul dari IPB sehingga menjadikan lahan yang terbengkalai tadi menjadi lahan produksi sayuran dan buah – buahan unggul.

