BOGOR (LEAD.co.id) – Program Studi Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan Workshop Penyelarasan Desain Pembelajaran Case Method dan Team Base Project secara hybrid (daring dan luring), di Hotel Salak The Heritage, Kota Bogor, pada Kamis (28/10/2021).
Kegiatan dibuka oleh Dr. Anita Ristianingrum selaku Ketua Program Studi, Dosen, dan PLP dari Jurusan Manajemen Agribisnis Sekolah Vokasi IPB, serta dihadiri oleh seluruh dosen tetap Prodi MAB Sekolah Vokasi IPB University.
Ketua pelaksana Dr. Doni Sahat Tua Manalu mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari, yaitu 27 – 28 Oktober 2021, salah satu kegiatan dari beberapa rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Program Studi MAB merupakan Program Kompetitif Kampus Vokasi tentang Pengembangan Program Sarjana Terapan Manajemen Agribisnis.
Sementara itu, Dr. Anita Ristianingrum dalam sambutannya mengatakan, saat ini pendidikan vokasi harus link and match dengan dunia usaha dan dunia industri. Syarat pertama terciptanya link and match antara vokasi dengan dunia industri adalah pembuatan kurikulum bersama dimana kurikulum tersebut harus disinkronisasi setiap tahun dengan industri untuk itu diperlukannya penyelarasan kurikulum pembelajaran.
Beberapa narasumber yang diundang adalah Dr. Burhanuddin, Ketua Asosiasi Agribisnis Indonesia dan Muhammad Fuad Al Haris, Plt Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi. Materi yang disampaikan berjudul Penerapan Case Method dan Team Based Project dalam Proses Belajar Mahasiswa.
Dalam materi tersebut disampaikan bahwa, pembelajaran Case Method dan Base Project diperlukan pembuatan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) karena merupakan panduan bagi dosen dalam pengampuan pembelajaran pada matakuliah, sebagai acuan bagi siklus perbaikan berkelanjutan, memberikan transparasi dan akuntabilitas dalam pembelajaran, lebih efisien dan efektif pada performa hasil belajar, dan menjadi ketercapaian hasil belajar.
Selain itu ada juga penyampaian materi terkait Profil Lulusan Perguruan Tinggi yang diharapkan Dunia Usaha Dunia Industri di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0. Dia menyampaikan di Era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 semua hal sudah menggunakan teknologi termasuk pembelajaran perkuliahan. “Oleh karena itu kita dituntut untuk beradaptasi dengan teknologi,” tambah dia.
Adapun kompetensi utama lulusan perguruan tinggi pertanian di Era Revolusi Industri 4.0 yang dibutuhkan yaitu: dapat memecahkan masalah yang komplek, dapat berfikir kritis, kreatif, kemampuan memanajemen, dapat berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, kemampuan menilai dan mengambil keputusan, berorientasi mengedepankan pelayanan, memiliki kemampuan bernegosiasi, dan dapat mengembangkan kemampuan diri.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi





