Koalisi Deklator dan Presidium Pemekaran PBD Akan Awasi Rekrutmen ASN

oleh -535 views

SORONG (Lead.co.id) – Tim Koalisi Deklator dan Presidium Pemekaran Provinsi Papua Barat menegaskan akan mengawal proses rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN).

Juru Bicara Tim Koalisi Deklator dan Presidium Pemekaran Provinsi PBD, Yanto Amus Ijie mengatakan, proses rekrutmen ASN harus memproriataskan rekomendasi atau usul dari tim pemekaran tersebut

ASN yang akan di rekrut dari setiap kabupaten dan kota sebanyak 150 orang. Tim koalisi, Lanjut Yanto Ijie, tetap menghormati prosedur di kepegawaian yang sementara melakukan proses rekrutmen.

“Namun, Pemerintah kabupaten dan kota di enam daerah bawahan lebih khusus memprioritaskan tim,” kata Yanto Ijie, saat diwawancarai di Kantor Wali Kota Sorong, pada Rabu (23/11/2022).

Tim selama ini berjuang untuk pemekaran Provinsi Papua Barat Daya ini selama 16 tahun berdarah-darah, untuk itu kata Yanto Ijie, Tim tidak mengharapkan adanya kelompok kelompok yang bersimpangan yang masuk menikmati provinsi ke 38 ini.

Baca :  Pererat Hubungan, HIPMI Papua Barat Daya Bagikan Bingkisan Natal ke Seluruh BPC

“ASN kami tersebar di enam kabupaten satu kota di provinsi Papua Barat Daya, kemudian juga tersebar di provinsi Papua Barat, Papua dan kementerian lembaga. Mereka ini yang akan mendapatkan prioritas,” kata dia

Untuk kuota yang pindah ke provinsi sebanyak 1.530 orang, Kalau, Kata Yanto Ijie, dari 1.530 orang dari tim yang terdata dari kabupaten kota misalkan 500 orang ini yang harus di rekrut menjadi ASN.

“Ya, kami punya 500 orang itu langsung masuk kemudian nanti tinggal di sesuaikan dengan yang ada,” kata dia

Baca :  Rafael Kardinal Berkomitmen Bawa Investor ke Papua Barat Daya

Dalam proses rekrutmen, Kata Yanto Ijie, Tim tetap terbuka untuk siapa saja boleh datang berkerja di Provinsi Papua Barat Daya, karena Provinsi Papua Barat Daya ini adalah milik semua orang, milik semua warga negara Indonesia.

“Mereka ini yang menjadi prioritas utama untuk masuk. Jangan sekali kali ada yang masuk-masuk siluman, saya ingatkan itu. jangan lagi ada yang masuk-masuk siluman dalam rekrutmen pegawai, kami tetap menghormati porsi 80 persen orang asli Papua (OAP), 20 persen non Papua tetapi yang menjadi prioritas adalah tim,” kata dia

Yanto Ijie mengatakan ia bersama-sama tim lainnya saat ini telah bertemu dengan Plt, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Sorong dan juga berkapasitas kepala badan kepegawaian Kota Sorong, Karel Gifelem.

Baca :  Wali Kota Bogor Wajibkan ASN Tua Bekerja dari Rumah

Yanto Ijie katakan, Kepala Kepegawian sudah menyatakan bahwa tetap tim yang akan melakukan proses penyortiran nama-nama yang telah mendaftar dirinya untuk menjadi ASN di Provinsi Papua Barat Daya.

“Nanti sebentar kami melakukan sortir bersama dengan teman-teman dari kepegawaian yang sudah di sepakati dan beliua sangat menghormati perjuangan kami,” kata dia

“Jadi tidak ada lagi pegawai siluman yang masuk di Provinsi Papua Barat Daya, Tidak ada, teman-teman dari Nusantara tetap masuk, teman-teman asli Papua tetap masuk karena provinsi ini milik kita semua, tapi yang di prioritaskan adalah yang berkerja selama 16 tahun urus provinsi ini,” katanya.