Kohati FKIC: Perempuan Harus Bangkit, Bukan Pasrah

oleh -374 views
Kohati, FKIC, Perempuan, Bangkit
Kohati FKIC HMI Stiuda mengadakan kajian “Chut Nyak Dien dan Kartini Milenial”, pada Kamis, 29 Oktober 2020. [File: HMI Stiuda/ Mahmud]

LEAD.co.id | Korps HMI-Wati (Kohati) Forum Kajian Insan Cita (FKIC) HMI Stiuda mengadakan kajian dengan tema “Chut Nyak Dien dan Kartini Milenial”, di Stadion Glora Bangkalan, Jawa Timur, pada Kamis, 29 Oktober 2020.

Tsuaibatul Aslamiyah selaku Ketua Umum Kohati FKIC HMI Stiuda mengatakan, kajian ini bertujuan untuk merekonstruksi pemahaman yang salah tentang fungsi dan tugas seorang perempuan dengan mentransformasikan nilai-nilai di era milenial.

“Perempuan harus bangkit, bukan sekedar pasrah dengan perspektif yang mendeskreditkan,” kata Tsuaibah yang menjadi penanggung jawab kegiatan ini.

Baca :  Buka Peluang Perzinahan, Aliansi Perempuan Tolak Permendikbud Nomor 30

Dia menerangkan, pada Kajian ini telah dibahas masalah perempuan secara umum dan Kohati secara khusus. Dimana, Kohati harus mempunyai paradigma yang modern, bukan kolot, bahwa hidup di era milenial butuh perjuangan yang sesuai dengan zaman.

“Karena, sejatinya tugas wanita bukan hanya sumur, dapur, kasur, tapi lebih dari itu perempuan juga harus berdedikasi dan mampu bersaing dalam kancah nasional bahkan internasional,” terangnya.

Kegiatan ini mendatangkan kanda Wildan Kabid PTKP komisariat Pertanian dan kanda Yudha kabid PAO HMI Cabang Bangkalan, beserta dua pembicara lainnya. Namun, tambah dia, ada kendala yaitu keluarga dan acara Maulid yang mengakibatkan temen-temen Kohati lainnya tidak bisa ikut bergabung.

Baca :  Eksistensi, Proporsi, dan Kompetensi untuk Kompetisi Perempuan di Era Digitalisasi

“Pertemuan kali ini hanya bersama 11 orang, mungkin karna beground pesantren jadi lebih sulit keluar rumah,” pungkas Tsuaibah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *