Konferensi OKI, Indonesia Tegaskan Solidaritas untuk Palestina

oleh -249 views
Kenferensi OKI, Wamenlu RI, Solidaritas, Palestina
Wamenlu RI, Mahendra Siregar dalam konferensi luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di Jeddah, Arab Saudi, Senin (3/2/2020).

LEAD.co.id | Indonesia meminta semua anggota OKI bersatu dan berkomitmen dalam solidaritas penuh untuk Palestina. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, Mahendra Siregar dalam konferensi luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI), di Jeddah, Arab Saudi, Senin (3/2/2020).

Konferensi ini diselenggarakan atas permintaan Palestina menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump terkait “Deal of Century” yang berisi proposal perdamaian Timur Tengah (28/1). Proposal Trump ini mengharuskan negara Palestina “didemiliterisasi”, dan mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang diduduki.

Baca :  Kecerdasan Artifisial Ungkit Perekonomian Indonesia di Masa Depan

“Indonesia mendesak semua anggota OKI agar tetap bersatu dan berkomitmen dalam solidaritas penuh untuk Palestina,” tegas Delegasi RI dalam pertemuan tersebut, seperti dirilis laman resmi Kemlu RI.

Wamenlu RI pada pernyataannya juga menjelaskan tiga saran tentang bagaimana OKI dapat mencapai posisi bersama. Pertama, menegaskan kembali agar uma​t Islam di seluruh dunia untuk secara konsisten bersatu dalam penyelesaian permasalahan di Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.

Kedua, menegaskan kembali prinsip-prinsip “solusi dua negara/two-state solution” yang menghormati hukum internasional dan parameter yang disepakati secara internasional, sebagai satu-satunya solusi dalam penyelesaian masalah di Palestina.

Baca :  Serangan Israel Tewaskan 42 Warga Palestina dan Hancurkan Kantor Media

Ketiga, menegaskan kembali pentingnya dialog di antara pihak-pihak terkait untuk mencapai stabilitas dan perdamaian abadi untuk Palestina dan kawasan.

Lebih lanjut, pada pertemuan yang diselenggarakan di Markas Besar OKI ini, Wamenlu mendorong negara-negara OKI untuk konsisten dengan keputusan sebelumnya dan tetap bersatu dalam menyikapi pengumuman AS yang tidak berdasar pada hukum internasional terkait status Yerusalem.

Selain Indonesia, pertemuan juga dihadiri oleh sejumlah Menteri dan Pejabat Tinggi negara anggota OKI, antara lain dari Palestina, Arab Saudi, Turki, Yordania, Kuwait, Malaysia, dan lainnya. (Kemlu/Red)​

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *