Konflik Israel dan Palestina Meningkat di bulan Ramadhan

oleh -449 views
Konflik Israel Vs Palestina, Konflik Meningkat, Ramadhan 2022

PALESTINA (Lead.co.id) – Ketegangan di wilayah Palestina yang diduduki Israel sedang menuju letusan skala besar pada bulan Ramadhan ini. Penduduk Jalur Gaza yang terkepung khawatir akan terjari perang lagi.

“Kami bergerak secara bertahap menuju eskalasi – kondisinya sudah siap untuk ledakan,” kata analis politik yang berbasis di Yerusalem, Mazen Jaabari kepada Al-Jazeera, pada Kamis (14/4/2022).

Tahun lalu, ketegangan seputar pengusiran keluarga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem adalah katalisator meluasnya protes Palestina di seluruh Israel dan wilayah Palestina yang diduduki.

Penggerebekan Masjid Al-Aqsa oleh pasukan keamanan Israel selama bulan suci Ramadhan telah meningkatkan ketegangan lebih lanjut. Empat hari kemudian, dimulai serangan Israel 11 hari di Gaza sebagai tanggapan atas roket yang ditembakkan oleh Hamas.

Sejak itu, beberapa perkembangan telah meningkatkan kemungkinan konfrontasi Palestina lainnya dengan Israel.

Baca :  Indonesia Kecam Penyerbuan Pasukan Israel di Kompleks Al Aqsa

“Eskalasi mungkin datang dari tempat yang berbeda, termasuk tetapi tidak harus dari Yerusalem,” kata Jaabari.

“Ini bisa menjadi konfrontasi luas di (kota Tepi Barat) Jenin karena mereka (Israel) berencana untuk membalas dendam terhadap kota itu, atau terhadap operasi bersenjata lainnya yang mungkin terjadi,” tambah dia.

Kekhawatiran Perang

Sejak 22 Maret, terjadi peningkatan serangan bersenjata oleh warga Palestina di wilayah Israel hingga menyebabkan 14 orang terbunuh, termasuk tiga petugas polisi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina menyebut 36 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel sejak Januari, termasuk dua di kota Jenin, pada hari Kamis (14/4).

Sedangkan seorang anak laki-laki berusia 14 tahun dan seorang pengacara termasuk di antara tiga warga Palestina telah tewas di Tepi Barat, pada hari Rabu.

Baca :  Kang Dadan Ajak Sahur Bersama Burger Angot

Tumbuh kekhawatiran kemungkinan invasi besar-besaran Israel ke kamp pengungsi Jenin, di mana sayap bersenjata Jihad Islam Palestina (PIJ) dan gerakan Fatah aktif.

Juru bicara PIJ pada 10 April 2022, mengancam bahwa “agresi yang berkelanjutan di kamp Jenin akan segera mengarah pada konfrontasi terbuka dan penuh.”

“Hal-hal kemungkinan akan meletus berdasarkan perkembangan di lapangan,” kata Hazem Qassem, juru bicara Hamas, yang memerintah Jalur Gaza, kepada Al Jazeera.

“Hamas tidak akan tinggal diam jika pemukim Israel terus menyerbu Masjid Al-Aqsha,” kata Qassem, seraya menambahkan bahwa Hamas mendukung kelompok bersenjata Palestina di Jenin.

“Perlawanan di Jenin adalah bagian dari kami; kami tidak akan membiarkan kerusakan pada orang-orang kami,” katanya.

Baca :  Dompet Dhuafa Salurkan 50 Ekor Sapi Kurban Bagi Warga Palestina

Hamas pada Kamis (14/4) telah menyerukan “mobilisasi umum” untuk mempertahankan diri dari serangan Israel ke Tepi Barat dan Masjid Al-Aqsha.

Selama pemboman Israel pada Mei 2021 lalu, setidaknya 260 warga Palestina tewas, termasuk 39 wanita dan 67 anak-anak, dan lebih dari 1.900 orang terluka. Sekitar 1.800 unit rumah dihancurkan, sedikitnya 14.300 lainnya rusak parah.

Buthaina al-Qamo, seorang ibu dari lima anak berusia 48 tahun, mengaku takut akan perang Israel lainnya di Gaza pada Ramadhan ini.

Suaminya tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan bangunan tempat tinggal mereka dan satu lagi di dekatnya pada 16 Mei 2021.

Secara total, 45 warga Palestina tewas dalam serangan itu, termasuk 18 anak-anak dan 12 wanita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *