Site icon LEAD.co.id

Koperasi ICMI, Apa yang Harus Dilakukan

Apendi Arsyad, ICMI, Koperasi, Koperasi ICMI

Oleh: Apendi Arsyad

Sungguh menarik dan menantang gagasan-gagasan atau opini publik yang terbangun dan kian berkembang di WAG ICMI Orwilsus Bogor, ada dinamika, dialektika dan analisa-sintesa yang sungguh menggelitik kita semua para aktivis ICMI di wilayah Bogor.

Saya terus membaca pesan-pesannya, dan menyimak alur pikir secara holistik dan sistemik serta semangat-idealisme dari kawan-kawan ICMI, yang notabenenya adik-adikku bahkan anak-anakku. Jiwa semangat untuk berbuat menebar kebaikan dan kebajikan nampaknya mulai tumbuh mekar dan subur dalam kepengurusan ICMI sekarang ini, insyaAllah.

Ini merupakan modal sosial (social capital) yang sangat berharga, insyaAllah cepat ditangkap oleh Kepemimpinan MPW ICMI Orwilsus Bogor, ketuanya adinda Dr Aceng Hidayat, Sekretaris IPB University dkk. Jika tidak atau terlambat meresponnya akan pudar dan kehilangan momentum untuk mewujudkan cita-cita perjuangan pengabdian ICMI tersebut, yakni membela ummat dan bangsa Indonesia dalam hal peningkatan 5 K (kualitas imtaq, pikir, karya, kerja, dan kualitas hidup serta keluarga sakinah mawaddah warohmah).

Salah satu program kerja unggulan dan perioritas ICMI Orwilsus Bogor itu, yang saya interpretasikan dari sejumlah isi pesan-pesan dan wacana yang berkembang di WAG ICMI, programnya adalah pengembangan usaha agribisnis di lingkungan masyarakat perdesaan berbasis kelembangaan Koperasi. Ini sungguh menarik dan menantang kita untuk menggerakan dan mengelola sumberdaya yang ada dan.kita miliki seperti SDM, SDA, SDI, SDK, SDP, SDJ etc etc.

Untuk suksesnya gagasan mendirikan Badan Usaha Koperasi ICMI, yang nantinya diharapkan berperan dan berfungsi mengelola sumberdaya alam berbasis pertanian dengan usaha agribisnis yang handal dalam arti luas, barang-tentu akan ditentukan banyak faktor. Salah satu diantaranya main faktornya adalah kualitas SDM pemrakarsa / penggerak dan pengelola usaha-usaha Koperasi serta pelayanan terhadap anggota Koperasi.

Alhamdulillah, Ketum MPP ICMI Pusat, Prof Arif Satria telah mewakafkan tanah miliknya seluas lk 5.000 meter persegi di daerah Ciampea Bogor Barat, untuk dikelola MPW ICMI khusus Bogor sebagai sarana pengembangan pusat pembelajaran pertanian ICMI. Hal ini beliau sampaikan pernyataan wakaf, ketika memberikan sambutan acara Halal Bihalal KAHMI-ICMI Bogor di lokasi Farming Jimmy Hantu di Desa Sukamantri Bogor, pada bulan Mei 2022 yang lalu.

Saya terpanggil dan siap untuk peningkatan kapasitas SDM, organisasi dan sistem perkoperasian kepada ICMI Bogor. Kongkritnya saya bersedia turun atau uluran tangan untuk membantu memberikan pembekalan materi perkoperasian tentang pengembangan kapasitas kelembagaan dan organisasi Koperasi ICMI, yang akan dibentuk kpd para calon anggota, terutama para pendiri (inisiator dan pemrakarsa) Koperasi.

Untuk tahap awal pembinaan perkoperasian agar sukses, mutlak membutuhkan seperangkat ilmu-pengetahuan mengenai seluk beluk perkoperasi seperti definisi, tujuan, azas, sejarah gerakan, prinsip prinsip / ideologi, fungsi dan peran, jenis usaha, sistem dan struktur organisasi dan kelembagaan, sistem keanggotaan (hak dan kewajiban), sistem dan fungsi-kewenangan kepengurusan-pengawasan dan strategi pembinaan, administrasi-pembukuan (akutansi), dan manajemen koperasi, etc.

Ini sangat penting dipahami oleh calon pendiri dan pemrakarsa Koperasi ICMI. Sebab keberlanjutan eksistensi Badan Usaha Koperasi yang sesungguhnya (genuin cooperative) terletak tanggung jawabnya di pundak para pendiri Koperasi tersebut.

Seandainya koperasi ICMI itu dibentuk tanpa kesamaan persepsi dan bahasa, pemahaman dan penguasaan serta gerak langka yg baik dan benar menurut UU Nomor 25 thn 1992 tentang Perkoperasian, maka sudah dapat dipastikan Koperasi ICMI yang sudah berdiri itu akan menjadi Koperasi Semu (pseudo cooperative), dimana keberadaan koperasi tidak memberikan manfaat ekonomi, finansial dan sosial bagi anggota dan komunitas masyarakat di sekitar lokasi Koperasi ICMI berdiri.

Dengan istilah lain “Koperasi ICMI itu hidup enggan mati nggak mau” (mati suri), atau Koperasinya hidup tapi pola berperilakunya kapitalistik-eksploitatif, tata kelolanya buruk yang melanggar prinsip-prinsip Koperasi. Hal itu banyak ditemukan kasusnya seperti yang banyak terjadi di lapangan misalnya KUD singkatan dari Koperasi Unit Desa, yang misi mulianya membangun sistem perekonomian rakyat di kawasan perdesaan agar sejahtera, sehingga Koperasi sukses sebagai soko guru perekonomian daerah/ nasional, akan tetapi pada kenyataan atau faktanya KUD tersesat menjadi makna “Ketua Untung Duluan” akibat maraknya perbuatan korupsi di level top manajemen Koperasi.

Koperasinya eksis, terlihat usahanya dan bahkan papan namanya bagus, akan tetapi siapa anggota Koperasi sebagai pelanggan (user) dan pemiliknya (owner) tidak jelas, bahkan terkesan fiktif. Akibatnya, kewajiban menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) gagal terus karena tidak mampu membuat laporan pertanggung-jawaban, terutama kondisi keuangan dan kekayaan Koperasi (neraca keuangan Koperasi) yang jujur dan dipercaya (accauntable).

Hal ini terjadi sebagai dampak negatif dari ketidak-mampuan mengelola dana dan assets koperasi serta sikap mental yang buruk, gemar korupsi akhir gagal membangun Koperasi. Lahirnya Koperasi ICMI hendaknya janganlah seperti itulah !, nauzubillahi minzalik, bisa mencoreng nama baik ICMI sebagai wadah berorganisasi kaum Cendekiawan Muslim Indonesia. Semoga tidak terjadi demikian !.

Oleh karena itu, agendakan saja, kapan dan dimana kita melakukan kegiatan diskusi kelompok terarah (focused group discussion/FGD), usul saya di Sekretariat ICMI Orwilsus Bogor, Dramaga Kabupaten Bogor.

Kegiatan FGD persiapan pendirian Koperasi ICMI yang sasaran utama, usulan saya adalah para pemrakarsa dan calon pendiri, serta berikutnya baru dengan para calon anggota yang sudah mendaftar, sudah membaca dan paham isi AD dan ART Koperasi ICMI. Untuk eksis dan berkembangnya usaha dan bisnis Koperasi, baru dan harus ada kursus-kursus, pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi para pengelola (manajer) bisnis dan administrasi keuangan / assets, dan termasuk para pegawai (karyawan/wati) yang bekerja dan mengabdi di organisasi dan badan Usaha Koperasi ICMI Bogor.

Saya juga ingin berbagi (sharing) ilmu-pengetahuan dan pengalaman mengenai seluk-beluk perkoperasian untuk ditransformasikan, disuluhkan kepada para pengurus, anggota dan simpatisan ICMI Bogor. Karena saya berkeyakinan sistem nilai, norma dan prinsip-prinsip (ideologi) serta tujuan berKoperasi yang akan diajarkan, dipatuhi dan dipraktikkan serta diamalkan sangat sejalan dengan ajaran agama Islam (Dinnulislam) yang berlandaskan kitab suci Al Quranul Karim dan Sunnah Rasullullah Muhammad SAW.

Artinya, Badan Usaha Koperasi yang bertujuan mensejahterakan anggota dan masyarakat sekitarnya adalah sangat sesuai dengan AD, ART, Kode Etik-Wawasan dan Kebijakan Azasi, dan Wawasan Pengabdian ICMI, serta GBPK ICMI periode 2021-2026.

Hendaknya ICMI sudah saatnya untuk berbuat membantu Pemerintah (pusat dan daerah) untuk memasyarakatkan Badan Usaha Koperasi di lingkungan masyarakat (desa dan kota), sebab dengan berkoperasi lah, kita bisa mempraktekan demokrasi ekonomi, dengan Koperasi lah kemakmuran bersama bisa tercapai, bukan kemakmuran orang perseorangan (Pasal 33 UUD 1945) seperti konglomerat vs rakyat melarat akibat cengkraman oligarky, terjadi ketimpangan sosial semakin menganga (kisaran angka indeks gini ratio tinggi lk 0.4, lampu merah) dan terjadi polarisasi sosial. Barang-tentu solusinya masyarakat Indonesia berkoperasi yang kuat dan tangguh, akan bisa mewujudkan Sila ke 5 Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Apabila Badan Usaha Koperasi memasyarakat dan dipraktikkan sehari-hari oleh warga negara Indonesia, terutama umat Islam yang merupakan bagian komponen-penduduk terbesar (mayoritas) di Tanah Air kita ini.

Kita berkeyakinan bahwa 4 tujuan kita bernegara sebagaimana bunyi alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945, insyaAllah bisa terwujud dalam kenyataan dan faktual yakni melindungi, memajukan dan mencerdaskan bangsa Indonesia, dan ikut menciptakan perdamaian; bukan hanya sekedar retorika dan “Nato” semata-mata.

Okey baik, saya menunggu informasi tindaklanjutnya untuk hal: five W dan one H !. Saya sangat tertarik dengan pembicaraan di WAG ICMI Bogor ini, dimana kawan-kawan aktivis ICMI ingin berbuat kebajikan untuk ummat dan bangsa.

Saya bersepakat dan mendukung bahwa teman-teman / para sahabat ICMI harus berbuat secara berimbang antara kerja-kerja reflektif (bernalar dan bernarasi based on saintek) dan praksis (kerja nyata, beramal based on imtaq).

Mohon kepada teman-teman dan adik-adikku, harap baca artikel saya mengenai opini dan pandangan bahwa orang ICMI itu harus terus berpikir dan berkerja serta berkarya sesuai akidah Dinnuiislam “Rahmatulillalamiin” bagi antar sesama manusia dan alam. Hindari, cegah dan janganlah para ilmuwan, akademisi, pakar, ulama dan ustadz hanya cukup menjadi “menara gading” saja, dan bersikap dan bergusture “Nato”, no action talk only, kasihan nasib umat dan bangsa.

Kita malu kita dengan adinda Jimmy Hantu (Wakil Bendahara MPW ICMI Orwilsus Bogor) dkk yang terus berbuat dan berkarya di Desa Sukamantri, kawasan Gn Salak, Kabupaten Bogor alhamdulillah mereka sukses dan diharapkan bisa dijadikan pengalamannya untuk pembelajaran (lesson learned) di lingkungan warga ICMI Orwil Khusus Bogor.

Ingat moto ICMI terbaru tahun 2022, pada logo rebranding ICMI yang tertera ada 2 kata (tagline): “Inspirasi dan transformasi”. Cukup jelas visi dan misi yang akan diperjuangkan MPP ICMI 5 tahun ke depan, di bawah kepemimpinan Ketumnya adinda Prof Arif Satria, kita mengenalnya saintis-millenial- berprestasi yang menjadi Rektor IPB University saat ini. Beliau adalah produk Muktamar ICMI VII tgl 4-6 Desember 2021 di Kota Bandung Jawa Barat.

Semoga Allah SWT memberkahi segala usaha kita, Aamiin-YRA. InsyaAllah jajaran MPW ICMI Bogor yang dipimpin adinda Dr Aceng Hidayat bersama pengurus Orda, Orsat-Orsat dan Batom ICMI-nya tidak ketinggalan dalam merespon aspirasi dan tuntutan dinamika kebutuhan ummat dan bangsa di era milenial, zaman now yang semakin mendesak.

Semoga tulisan saya AA ini bermanfaat untuk menyadarkan dan peningkatan kepedulian adik adik dan teman teman pengurus ICMI utk melaksanakan Pengabdian ICMI. Mohon maaf apabila ada bahasa yang kurang berkenan.

Penulis adalah seorang Pendiri ICMI di Malang tahun 1990; kini Kawanhat ICMI Orwilsus Bogor, Ketua Majelis Pakar Dewan Koperasi Indonesia Kabupaten Bogor; Dosen Matkul Koperasi Prodi Agribisnis Faperta UNIDA Bogor mengajar lk 30 tahun; tahun 1994 pernah mendapat penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Pembangunan Koperasi dari Bupati Bogor, Dekopinda Jabar dan Gubernur Jawa Barat, dan pegiat Koperasi sebagai narsum di forum sarasehan, seminar, FGD, Coaching Clinic Koperasi di wilayah Bogor, dan Pendiri-Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor

Exit mobile version