Koperasi Tumbuh Mandiri, Pertamina Patra Niaga Jadi Energi Ekonomi Kerakyatan

oleh -183 views

Jakarta, — PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), terus memperkuat kontribusinya dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), perusahaan aktif mendampingi koperasi di berbagai daerah untuk tumbuh secara mandiri, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menyampaikan bahwa koperasi merupakan bagian penting dalam strategi pemberdayaan masyarakat. “Kami percaya koperasi bisa menjadi cara yang efektif untuk membangun kemandirian. Melalui TJSL, kami hadir mendampingi, bukan hanya memberi bantuan, tapi juga mendorong koperasi untuk belajar dan berkembang,” ujarnya di Jakarta, Minggu (13/7/2025).

Langkah ini mendapat apresiasi luas dari publik dan kelompok masyarakat sipil. Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, menyebut pendekatan Patra Niaga sebagai model pemberdayaan yang konkret. “Ini menunjukkan bahwa Pertamina Patra Niaga tak hanya memasok energi, tapi juga menyalakan ekonomi rakyat. Koperasi dibimbing untuk bertransformasi dari komunitas ke pelaku usaha yang tangguh,” ujarnya, ke awak media, Senin (14/7)

Di Jawa Barat, keberhasilan koperasi Buana Walatra Sejahtera di Desa Suntenjaya, Bandung Utara, menjadi bukti nyata. Lewat program Sentra Kopi Sejahterakan Petani (SEKOP SENI), masyarakat membangun ekosistem kopi dari hulu ke hilir. Produk Walatra Coffee telah tersertifikasi halal dan PIRT, dengan omzet mencapai Rp110 juta sejak Oktober 2022 dan SHU Rp13,2 juta per tahun.

Sementara itu, di Semarang, koperasi Trengginas Jaya Abadi menjadi motor penggerak ekonomi lokal dalam program Mangunharjo Mandiri Sejahtera (MAMI SERA). Mengelola lima unit usaha, koperasi ini menghubungkan petani tambak, petani sawah, dan pelaku UMKM untuk menghasilkan produk unggulan seperti abon ikan bandeng dan kerupuk amplang.

Di Pasuruan, Jawa Timur, koperasi Lesung Gemilang Sejahtera mengelola kawasan hutan sosial dan wisata religi di lereng Gunung Arjuno, sembari membina agroforestri kopi dan alpukat. Di Gorontalo, koperasi Tenda Siaga Bencana menyediakan logistik pangan dalam program kawasan tanggap bencana berbasis komunitas.

Romadhon Jasn menilai, koperasi-koperasi binaan seperti ini membuktikan bahwa BUMN bisa hadir langsung ke lapisan bawah dengan cara yang bermartabat dan memberdayakan. “Yang dibangun bukan hanya unit usaha, tapi juga kepercayaan, kapasitas, dan nilai gotong royong yang menjadi ciri khas ekonomi Indonesia,” tambahnya.

Menurut Heppy, seluruh program ini dijalankan sejalan dengan tema Hari Koperasi Nasional ke-78, yaitu Koperasi Maju, Indonesia Adil dan Makmur. Patra Niaga ingin mendorong koperasi tidak hanya sekadar bertahan, tetapi berkembang menjadi pilar ekonomi lokal yang kokoh.

Gagas Nusantara pun mendorong agar model kolaborasi antara BUMN dan koperasi seperti ini diperluas dan dijadikan kebijakan lintas sektoral. “Kita butuh lebih banyak energi yang tak hanya menyala di mesin, tapi juga di dapur rakyat,” tutup Romadhon.

Dengan pendekatan menyeluruh dan berbasis potensi lokal, Pertamina Patra Niaga sekali lagi membuktikan bahwa pembangunan ekonomi kerakyatan bukan sekadar wacana, tetapi bisa diwujudkan lewat strategi cerdas dan keberpihakan nyata.