BOGOR (LEAD.co.id) – Korem 061/Sk bersama dengan Kodim 0621/Kabupaten Bogor membuat jembatan gantung di atas sungai yang menghubungkan Kecamatan Cibinong dan Bojong Gede. Hal itu sebagai bentuk kepedulian terhadap warga Kabupaten Bogor, khususnya kelurahan Sukahati.
Jembatan rawayan atau jembatan gantung itu memiliki panjang 37 Meter dengan lebar 1,5 Meter dan tinggi 10 Meter. Jembatan tersebut sebelumnya terbuat dari rangkaian bambu dengan penjagaannya menggunakan tali.
Danrem 061/Suryakancana Brigjen TNI Achmad Fauzi mengungkapkan, jembatan itu menjadi satu-satunya sarana warga yang akan beraktivitas namun terbilang telah usang. Banyak bagian-bagian yang sudah mulai rusak hingga dikhawatirkan bisa terjadi sesuatu bila seseorang lalai melintas jalan tersebut.
“Namun dikarenakan akses jalan lainnya untuk menuju wilayah seberang sungai cukup jauh, maka mau tidak mau untuk mengefisienkan waktu warga terpaksa harus melintasi jembatan bambu tersebut cukup besar,” sebut Danrem usai meninjau pembangunan jembatan di Sukahati, Kecamatan Cibinong, pada Jumat (22/10/2021).
Oleh karena itu, kata Danrem, untuk membantu warga sekitar dalam memudahkan aktivitas kesehariannya, Korem 061/Suryakancana bersama Kodim 0621 Kabupaten Bogor dan Pemerintah Daerah melakukan pembangunan jembatan gantung rawayan, menggantikan jembatan gantung bambu yang sudah ada.
Bangun 22 Jembatan
Danrem mengatakan, kondisi wilayah Kabupaten Bogor dengan luas 2986 km2 ini terdiri dari perbukitan. Ketinggian dan dataran yang dilintasi sungai besar maupun kecil sehingga di beberapa titik lokasi perlu dilakukan pembangunan jembatan Gantung Rawayan. Tujuanya, untuk mempermudah aktivitas warga di lokasi yang membutuhkan jembatan gantung.
Saat ini, ada 22 jembatan rawayan yang sedang dibangun di 17 Kecamatan dan 20 Desa, dengan ukuran variatif, yang terpanjang adalah jembatan Cibungur, Kecamatan Rancabungur yaitu 125 meter. Hampir semua jembatan untuk ukuran lebarnya yaitu sekitar satu setengah meter dengan tinggi rata-rata 10 meter.
Pembangunan jembatan ini ditargetkan selesai dalam waktu 120 hari mulai Minggu pertama bulan Juli sampai dengan Minggu ke-4 bulan Oktober yang dilaksanakan secara terpadu dengan Pemda Kabupaten Bogor, Korem 061/SK serta masyarakat dalam bentuk Karya Bakti. Danrem berharap, agar pelaksanaannya tetap terjalin Kemanunggalan antara TNI dengan Rakyat
“Saya berharap kedepannya agar jembatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk membangkitkan dan memajukan kegiatan kegiatan produktif di masyarakat, sehingga dampaknya bisa betul-betul dirasakan oleh rakyat,” ujar Danrem.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Penrem 061/SK





