LEAD.co.id | KPN (Komite Penggerak Nawacita) memberikan bantuan kepada korban bencana banjir di Desa Bojong Kec. Tenjo dan Kp. Kembang Kec. Jasinga, Kab. Bogor, Jumat (3/1/2020).
Banjir bandang yang diakibatkan meluapnya Sungai Cidurian merendam puluhan rumah warga sekitar 400 kk yang terkena sapuan banjir setinggi 2,5 meter, sementara 200 KK dievakuasi dan diungsikan ke Kantor Desa dan rumah sanak saudara sekitar yang lebih aman.
Kerusakan material rumah warga merata akibat tertimbun lumpur, lahan pertanian warga rusak total. Sementara nihil korban jiwa namun masih ada warga lansia yang menderita sakit
Sementara kondisi di Kp Kembang, Desa Jugalajaya, Kec Jasinga Kerugian material sekitar ratusan rumah dari total 194 KK yang ada mengalami kerusakan. 10 rumah mengalami rusak parah akibat tertimbun lumpur dan longsor serta 1 rumah hanyut rata (hilang), kemudian 3 titik akses jalan terputus.
Terdapat 1 orang Warga Desa Kalong Sawah Hanyut dengan identitas Hilman Umur 15 tahun jenazah korban sudah ditemukan.
Perlu ada penanganan setelah banjir yang diharapkan oleh warga dalam membuka akses jalan yang terputus, membersihkan rumah dari lumpur dan penanganan sementara untuk tinggal dan memberikan makan terhadap korban bencana.
Shane Hasibuan, Koordinator Tim Tanggap Bencana KPN wilayah Bogor Raya, “Lokasi yang dibantu ini masih sangat minim bantuan, KPN juga telah datang langsung dan menyalurkan bantuan ke lokasi ini pada Kamis 2 Jan 2020 dini hari, walau mungkin belum cukup memadai, jadi harapan bantuan dari Pihak yang lain ini menjadi sangat berarti bagi warga korban bencana banjir ini,” ujar Shane.
Bantuan tersebut dukumpulkan diantaranya dari PT Pupuk Kujang berupa terpal, mie instan, air mineral, susu, snack, dan beras, sesuai kebutuhan korban yang berada di tempat pengungsian.
Pihaknya berharap bantuan ini dapat bermanfaat dan para korban bencana dapat pulang kembali ke rumah serta melakukan aktifitas kembali.
M Januar Firmansyah, koordinator Amin KAPT (salah satu organ yang tergabung di Komite Penggerak Nawacita) berharap apa yang dilakukan relawan ini juga dapat diikuti oleh pihak lainnya, terutama kepada lokasi bencana yang selama ini sulit terjangkau dan belum tersentuh bantuan.
Para korban masih berada di pos pengungsian karena kondisi cuaca belum normal dan dikhawatirkan akan ada banjir susulan. Sedangkan di beberapa titik akses untuk ke lokasi bencana masih susah untuk ditembus dengan kendaraan maka, ada beberapa bantuan yang diberikan dengan jalan kaki yang dibantu warga dalam pendistribusiannya. (Red)

