Tim Polres Bogor Kembali Berikan Trauma Healing ke Warga Terdampak Bencana

oleh -397 views
Redaksi Lead
Tim Polres Bogor saat kegiatan trauma healing di posko pengungsian, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Rabu (8/1/2020)

LEAD.co.id | Kegiatan trauma healing berlanjut, Tim Polres Bogor menuju posko pengungsian warga terdampak bencana, Desa Harkat Jaya, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Rabu (8/1/2020).

Satu persatu ibu-ibu dan anak-anak pengungsi memasuki sebuah kelas sekolah dasar yang dijadikan posko pengungsian. Cuaca mendung dan becek menjadi hal yang biasa mereka temui selama dalam tempat pengungsian.

“Yah pak mau gimana lagi namanya juga musibah, dan yang terdampak ini sebetulnya bukan hanya yang terkena _urug_ (longsor/bahasa sunda) saja, tapi kami juga terkena karena semua akses jalan utama tertimbun longsor,” ucap Aminah l, warga sekitar lokasi trauma healing.

Baca :  Mengintip Respon Cepat Karang Taruna Bogor di Lokasi Bencana

Ketua tim Trauma Healing Polres Bogor, Ipda Desi Triana, S.H. memulai aksi trauma healingnya, “Apa kabar anak-anakku semua… Tetap semangat ya !,” ucapnya dalam sambutan pembuka.

“Ibu-ibu juga yang hadir disini jangan putus harapan ya karena Allah sayang kita semua dan semua yang ada disini merupakan bagian dari keluarga kami”, lanjut Ipda Desi. “Baiik bu…. !,” sambut anak-anak dengan penuh semangat dan senyuman.

Acara trauma healing di mulai dengan memberikan cerita dam motivasi agar warga terdampak tidak putus harapan. “Tidak boleh putus harapan… Karena ini bagian dari ujian untuk masa depan yang lebih baik lagi,” ungkap Ipda Desi.

Baca :  Polres Bogor Kerahkan Ribuan Personel, Amankan Natal dan Tahun Baru

“Kami perhatikan dan periksa semua, alhamdulillah dalam kegiatan trauma healing disini tidak ada yang sakit”, ujar tim trauma healing Polres Bogor.

Diungkapkan Ipda Desi, kreatifitas anak-anak dilokasi sangat baik, terlihat ketika diberikan buku mewarnai, mereka sangat kreatif serta memberikan warna-warna ceria pada gambarnya. Hal itu menurutnya, menandakan tentang semangat dan jiwa yang kuat dalam menghadapi bencana.  (BAP/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *