Kritik Mahasiswa UNIKS vs Sikap Plt Bupati Kuansing

oleh -493 views
Kampus UNIKS, Kuansing

Oleh: Dr Apendi Arsyad

Saya membaca postingan di salah satu media di Riau, ada pernyataan Bupati akan menarik asset Pemkab dari Universitas Islam Kuansing Singingi (UNIKS) karena ada kritikan mahasiswa menuduh Plt Bupati menjalankan “kepemimpinan Autopilot”.

Menurut saya, AA, statemen itu
aneh dan kurang tepat. Itu statement plt Bupati Suhardiman Amby yang dikutip media online Ranah Riau, apa iya begitu ?

Jika ya demikian, harusnya Bupati selaku pemimpin daerah berpikir rasional, mendalam dan masak-masak dulu sebelum ngomong atau bicara mengeluarkan pernyataan di publik tentang informasi bahwa “asset Pemkab Kuansing akan ditarik dari UNIKS. Ini terdengarnya agak lucu dan bukan keluar dari mulut seorang Pemimpin Daerah yang bijak bestari.

Mahasiswanya kritis, yang memang harus sikapnya demikian, manusia cerdas,… kok Rektor UNIKS yang dipersalahkan.. solusinya Plt Bupati mengancam aset-aset ditarik.. waah ini aneh bin ajaib dan sikap yang berada di luar nalar sehat.

Aset Pemkab Kuansing itu milik rakyat, dan kampus UNIKS juga milik rakyat dan dimanfaatkan sebaik-baik untuk kepentingan mencerdaskan kehidupan Rakyat Kuansing khususnya generasi muda Kuansing sebagai calon pemimpin masa depan.

Baca :  HUT RI ke-77, Menparekraf Buka Pacu Jalur Taluk Kuantan 2022

Menjadi atau menjabat sebagai Pelaksana tugas (Plt) Bupati Kuansing tidak boleh atau janganlah marah “emosional” menanggapi kritik mahasiswa UNIKS yang begitu cerdas itu. Layani saja dengan sabar dan baik, ajak mereka berdiskusi dan atau berdialog dengan mahasiswa, para dosen dan unsur pimpinan UNIKS, jika diperlukan.. Itu akan lebih baik dan bijaksana. Jangan mengancam menarik aset, itu sikap jahil dan konyol namanya.

Kita berharap statement tersebut dicabut kembali, agar tidak muncul kegaduhan atau demontrasi-demontrasi mahasiswa UNIKS, memprotes pernyatan Plt Bupati tersebut.

Ingat manusia atau penduduk yang bisa studi di Perguruan Tinggi, kampus seperti UNIKS tidaklah sembarangan orang, mereka bukan kumpulan orang-orang dungu yang mudah diatur dan diancam. Akan tetapi mereka orang-orang terdidik dan terpelajar, salah satu sikapnya kritis. Munculnya sikap kritis dan analitis mahasiswa, itu pertanda keberhasilan pimpinan kampus Rektor bersama para Dosen dalam mendidik mahasiswanya.

Kebetulan saya mengenal baik Rektor UNIKS abang kita Dr Nofriandi. Saya yakin beliau mampu mengelola SDM kampus UNIKS secara profesional dan bertanggung-jawab untuk menjaga mutu lulusan UNIKS.

Kampus UIKS aset daerah adalah menjadi harapan kita bersama, agar bisa berperan dan berfungsi sebagai agen pembangunan daerah (agent of region development) Rantau Kuansing Riau. Tinggal Plt Bupati Kuansing menyegarkan kembali kolaborasi, sinergi mutualistik dan kemitraan yg kondusif agar UNIKS sukses menghasilkan SDM yang terpelajar dan terdidik di Rantau Kuansing Riau.

Baca :  Ketum MMP Puji Profesionalitas Kabareskrim Soal Mural Kritik Pemerintah

Untuk mengakselerasi pembangunan daerah Kuansing kita pun membutuhkan program-program Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni kegiatan pendidikan, pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Para cerdik pandai (akademisi dan pakar) dari para Dosen dan mahasiswa yang terhimpun dalam BEM UNIKS bisa didayagunakan secara efisien dan efektif.

Kembangkan kerjasama/kemitraan program, jangan membuat konflik sosial baru..? itu kontraproduktif “lose lose solution” seperti sikap menarik aset Pemkab Kuansing dari kampus UNIKS. Bak pepatah Melayu “Marah kepada Tikus, Rangkiangnya Dibakar,” itu sikap yang salah.

UNIKS itu asset Pemkab Kuansing yang bernilai tinggi dan strategis untuk mencetak sumberdaya (SDM) yang unggul. Sebab SDM yang unggul dan bermutu sangat dibutuhkan untuk mengelola SDAL guna membangun masyarakat Kuansing kini dan masa depan.

Jika ada atau muncul sikap kritis dari Civitas Akademika UNIKS seperti statement aktivis Mahasiswa bahwa Plt Bupati Kuansing “autopilot” saya kira itu bagus dan menarik untuk didalami (dianalisa) dengan cermat dan jadikan bahan introspeksi untuk perbaikan kinerja Pemerintahan saat ini.

Baca :  Pilihlah Jalan Lurus Untuk Suksesnya Membangun Masyarakat Kuansing

Lebih jauh saya AA berpendapat bahwa itu sikap mahasiswa yang kritis itu bagus. Karena salah satu tujuan pendidikan tinggi adalah mengajarkan dan mendidik sikap kritis karena mahasiswa sebagai generasi penerus dan calon pemimpin bangsa, seharusnya peduli dengan nasib rakyatnya.

Semoga narasi singkat ini ada manfaatnya sebagai “ceck and balance”, demi kemajuan masyarakat Kuansing, terutama para Dunsanak kita di kampung yang kini masih hidup susah, sulit dan sengsara.

Saran saya, akan lebih bijak dan cerdas Plt Bupati Kuansing bersikap dan bertindak lebih fokus dan konsen pada pelaksanaan program pembangunan daerah melibatkan insan kampus UNIKS, bagaimana strategi dan pendekatan mengatasi masalah-masalah kemiskinan dan keterbelakangan yang mendera sebagian besar masyarakat Kuansing, ketimbang merespon kritikan.”autopilot” dari mahasiswa UNIKS tersebut. Anggaplah kritikan bersumber dari kampus itu sebagai sumber energi penggerak kemajuan yang berperadaban.

Ingat moto Kuansing “Tigo tali sapilin
Basatu Nagori Maju..”