KSAD Apresiasi Forkopimda Kota Bogor dalam Pengawasan Minyak Goreng

oleh -447 views
KSAD, Jenderal Dudung, Forkopimda Kota Bogor, Minyak Goreng

BOGOR (Lead.co.id) – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jendral Dudung Abdurachman mengapresiasi Forkopimda Kota Bogor yang sudah melakukan pengawasan harga minyak goreng di sejumlah pasar tradisional sesuai harga eceran tertinggi (HET).

“Saya meminta harga minyak goreng ini betul-betul ditekan, jangan sampai berdampak pada konsumen, yang pertama harga harus sesuai HET,” kata Jenderal Dudung saat sidak di Pasar Kebon Kembang, Kota Bogor, pada Senin (30/05/22).

Menurut dia, berdasar pemantauan dari pihak Forkopimda Kota Bogor yang terjun ke pasar, ada beberapa toko yang sudah menjual minyak goreng sesuai dengan eceran tertinggi yaitu Rp 15.500.

Baca :  Geger Dokumen Ganda Kadin Kota Bogor, Forkopimda Kena Prank

Dirinya meminta untuk jajaran pemerintah, TNI dan Polri di pulau Jawa dan Bali untuk menerapkan sistem seperti di Kota Bogor dengan menempelkan stiker di toko minyak goreng.

“Jadi para penjual Migor tahu, dengan stiker ditempel di toko minyak goreng, dan itu sangat kreatif, agar mereka bisa memahami apalagi ada semacam rambu-rambu yang harus ditaati oleh mereka,” jelas dia.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, berdasar hasil operasi selama empat hari sebelumnya, masih ada 48 kios yang menjual minyak goreng di atas HET. Namun, saat ini ada 10 toko yang menjual masih di atas HET.

Baca :  Pemkot Bogor Pastikan Tidak Ada Penimbunan Minyak Goreng

“Kami telah melakukan pemeriksaan 15 pengecer, 16 agen dan 8 depo untuk mengetahui disvaritas harga. Alhamdulillah harga minyak goreng sudah mulai stabil dan nanti dibawah pembinaan Kepala Disperindag Kota Bogor,” kata Susatyo.

Menurut Susatyo, pemasangan stiker tersebut cukup efektif. Bahkan ada satu pasar stikernya merah semua dan setelah dilakukan pembinaan beberapa depo sudah menurunkan harga Rp500 sampai Rp1.000.

“Jadi biaya itu tidak dibebankan kepada pembeli. Saya menyarankan pemerintah pusat mengeluarkan ada harga agen tertinggi, depo tertinggi dan distributor tertinggi. Jadi tidak hanya eceran saja,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *