Kurangi Dampak Covid-19, Pemuda Teluk Pucung Mandiri Berbagi Sembako

0
Dampak Covid-19, Pemuda, Teluk Pucung Mandiri, Sembako
Pemuda Teluk Pucung Mandiri Berbagi Sembako

LEAD.co.id | Alhamdulillah pada hari ini anak muda berdikari dalam membantu masyarakat saat ini, di kampung Teluk Pucung Bekasi Utara khusus pemuda warga RT 05,04, RW 02 Teluk Pucung, terlibat dalam kegiatan sosial dalam menghadapi epidemi Covid-19

“Awal dari gerakan ini di mulai terlihat ketika karena kondisi masyarakat yang bener bener kebingungan dalam mengahadapi situasi ini, pemerintah masih dalam proses distribusi yg belum bisa menyeluruh, alhamdulillah anak muda terbuka dan peduli untuk coba Galang dana dengan upaya yang ada. Saya berharap ada musholla atau masjid serta elemen lainnya seharusnya bisa lebih ambil peran dalam kondisi keumatan saat ini di Teluk Pucung. Ini waktu untuk mengembalikan khittoh perjuangan keumatan,” ungkap Kamal Tarmidzi selaku koordinator, Senin (4/5/2020).

Baca :  Menpora Resmikan Acara Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih

Gerakan Pemuda wilayah setempat bisa dimanfaatkan pemerintah untuk membantu peran RT RW ketepatan sasaran karena mereka yang benar benar hadir dalam masyarakat dan lebih mengetahui situasi yang ada, tetap semangat dan optimis harus di bangun di masyarakat, kita tidak bisa mengharap banyak ke pemerintah, harus nya kita yg saling peduli satu sama lain nya.

“Kami terima kasih ternyata dengan Galang Mandiri seperti ini saja banyak para dermawan yang masih peduli untuk membantu masyarakat. Prinsip gotong royong lah yang bener bener murni bisa membantu menyelesaikan permasalahan saat ini selain berharap dari pemerintah,” terang dia.

Baca :  Generasi Muda Penggerak Persatuan di Era Globalisasi

Dalam kesempatan ini dirinya mengaku teringat penyair dalam perjuangannya:
“Seekor kucing kurus menggondol ikan asin, laukku untuk siang ini
aku meloncat, kuraih pisau, biar kubacok dia
biar mampus!
ia tak lari, tapi mendongak, menatapku tajam
mendadak lunglai tanganku
aku melihat diriku sendiri
lalu kami berbagi
kuberi ia kepalanya
(batal nyawa melayang)
aku hidup, ia hidup
kami sama-sama makan”.

14 Oktober 96
Wiji Thukul

Reporter : Jayadi
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here