Kurangnya Ketertarikan Generasi Z Terhadap Televisi

oleh -1,303 views
Gen Z, TV, Media Sosial

Generasi Z berpikir bahwa, jadi apa bedanya TV dengan Youtube dan TikTok atau media sosial lainnya jika penayangannya saja sama. Bahkan Media Sosial lebih fleksible dan mudah
dijangkau dimana pun dan kapan pun.

Generasi Z adalah Generasi yang Kritis dan lebih mencari hal yang memudahkan mereka dalam bersosialisasi atau mendapatkan informasi. Tidak menutup kemungkinan masih ada juga Program TV yang berkualitas dan konsisten perkembangannya selalu pada ranahnya. Tapi hal ini tidak cukup bagi para generasi Z untuk mengambil ketertarikan mereka untuk tetap menonton TV.

Televisi dahulu dan sekarang tentu sangat terasa perbedaannya, baik dari segi visualisasi maupun program yang ditayangkan. Visualisasi Televisi tentu mempengaruhi penonton, terhadap sebuah program atau acara yang sedang ditayangkan. Semakin jernih audio visual yang ditayangkan, maka semakin nyaman bagi para penonton untuk menikmati tayangan tersebut.

Baca :  Media Sosial: Bebas Berpendapat Tapi Harus Bertanggung Jawab

Televisi semakin melejit tatkala teknologinya semakin maju dimana dari hitam putih menjadi berwarna. Khalayak penonton TV pun makin luas, termasuk di Indonesia yang pada 24 Agustus 1962 mulai memiliki stasiun 2 Ibrahim dan Iriantara, 2017, Komunikasi yang Mengubah Dunia, Simbiosa Rekatama Media, Bandung TVRI.

Stasiun pertama di Indonesia yang didirikan dalam rangka penyelenggaraan Asian Games 1962 di Jakarta. Fungsi televisi pun semakin luas, yang pada awalnya hanya sebagai media hiburan kemudian melebar memiliki fungsi informasi dan edukasi.

Mulai dekade 70-an di Indonesia TV siaran menjadi industri media massa karena industri barang dan jasa sudah mulai mempromosikan produknya melalui TV ini, dan media audio visual ini pun dianggap media massa paling efektif dibanding media massa lainnya karena lebih atraktif dan pesawat TV ini dimiliki oleh sebagian besar rumah tangga.

Baca :  Tontonan Anak yang Baik dan Mengedukasi

Mulai era 70-an di negara-negara maju stasiun TV bersaing ketat, sementara di Indonesia saat itu siaran TV masih dimonopoli oleh TVRI sebagai lembaga siaran milik pemerintah. Televisi swasta di era Orde Baru belum diijinkan untuk berdiri di Indonesia, pertimbangannya amat politis karena TV dianggap memiliki daya pengaruh yang tinggi terhadap khalayaknya.

TVRI di masa Orde Baru lalu digunakan sebagai media propaganda pemerintah dengan dalih sebagai media komunikasi pembangunan serta untuk menjaga stabilitas nasional.