Lakpesdam NU Rumuskan Konsep Pembangunan Alternatif untuk Kota Bogor

oleh -335 views

BOGOR (Lead.co.id) – Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lapkesdam NU) Kota Bogor telah menggelar Focus Group Discussion (FGD), di di Sekretariat PCNU Kota Bogor, pada Sabtu (30/3/2024). Kegiatan bersama para tokoh dan kader NU itu mengangkat tema ‘Membincang Pembangunan Kota Bogor Berkelanjutan dan Berkeadilan’.

“Berdirinya NU memiliki dua pilar, yaitu pilar penjaga aqidah ahlussunnah wal jama’ah dan pilar kebangsaan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menegaskan peran NU dalam pilar kebangsaan, khususnya pembangunan di Kota Bogor,” kata Dalam FGD tersebut, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Bogor, Ir H Edy Nurokhman.

Menurut dia, kegiatan tersebut sengaja dilaksanakan dalam rangka merumuskan gagasan untuk pembangunan Kota Bogor bagi pemerintahan baru di masa mendatang. Pasalnya, pihaknya mengaku sudah secara rutin menyelenggarakan kegiatan kajian keagamaan, namun dalam sisi kebangsaan belum banyak aktivitas yang dilaksanakan.

Oleh karena itu, dengan kehadiran Lapkesdam NU Kota Bogor diharapkan dapat menjadi wadah bagi NU untuk memberikan rekomendasi kebijakan bagi tata kelola pemerintahan di Kota Bogor, khususnya kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak. 

Baca :  SK PCNU Tak Terbit, Warga Nahdliyyin Kota Bogor Minta Patuhi Keputusan PBNU

Lapkesdam NU adalah salah satu Lembaga yang bertugas untuk melakukan kajian isu-isu strategis kebangsaan dan keislaman, melakukan advokasi kebijakan publik dasar, khususnya terkait pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan sosial serta memberikan dukungan data, analisis, argumentasi, dan alternatif rumusan kepada NU dalam perumusan sikap dan kebijakan organisasi.

“Setelah pengesahan berdirinya Lapkesdam NU Kota Bogor di akhir 2023 kemarin, ini merupakan gerakan yang ingin kita bangun dari warga NU untuk pembangunan Kota Bogor. Kami ingin menegaskan bahwa NU Kota Bogor siap menjadi partner dalam kebijakan pembangunan Kota Bogor,” ucap Auhadillah Azizy, Ketua Lakpesdam NU Kota Bogor.

Kegiatan tersebut menghadirkan para kader dan tokoh NU untuk membahas isu strategis di Kota Bogor, diantaranya adalah Ir. H. Edy Nurokhman (Ketua PCNU Kota Bogor), Alfian Helmi (Dosen IPB), Muhammad Karim (Dosen Universitas Trilogi), Thomas Veriasa (Peneliti dan Aktivis NGO), Eko Cahyono (Peneliti), Ir. Heri Firdaus (Ketua Perkumpulan Bogor Hebat), Rd. Anggi Triana Ismail (Wakil Ketua LPBH PCNU Kota Bogor), Auhadillah Al Azizy (Ketua Lakpesdam NU Kota Bogor), serta kader dan tokoh NU lainnya.

Baca :  PCNU Kota Bogor dan Kemenag Sosialisasikan Perda Pondok Pesantren

“Sebenarnya kita juga perlu menyelenggarakan lebih banyak kegiatan FGD seperti ini. Kota Bogor sedang berproses dalam rancangan awal untuk pembangunan jangka panjang. Visi Kota Bogor sebagai kota sains kreatif yang maju dan berkelanjutan,” kata Thomas Veriasa, salah satu pemantik diskusi menambahkan.

Karena itu dirinya berharap, rencana jangka panjang pembangunan perlu dirumuskan detailnya dan naskah teknokratiknya. “Bagaimana kita bisa mendorong bahwa RPJMD lebih banyak melibatkan partisipasi publik melalui seri-seri FGD dari kalangan masyarakat,” tambah dia.

Saat ini, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bogor tahun 2005 – 2025 yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kota Bogor No. 7 tahun 2009, akan berakhir masa berlakunya pada tahun 2025, sehingga Pemerintah Kota Bogor sedang mempersiapkan dokumen RPJPD Kota Bogor Tahun 2025 – 2045 untuk perencanaan pembangunan 20 (duapuluh) tahun selanjutnya di bawah koordinasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor. Selain itu, momentum ini juga bertepatan dengan Pilkada Kota Bogor di tahun 2024.

Baca :  Wakil Katib PCNU Kota Bogor Sebut Rapat Pleno Sudah Sah

Di tempat yang sama, Dr Alfian Helmi menekankan perlunya terobosan-terobosan baru (pembangunan alternatif) bagi Kota Bogor. Terlebih posisi Kota Bogor yang berdekatan dengan istana negara seharusnya bisa menjadi contoh pembangunan bagi kota-kota lainnya di Indonesia.

Pasalnya, kata dia, selama 10 tahun ini angka kemiskinan di Kota Bogor tidak terjadi penurunan yang signifikan, dari 7.74 persen ke 6.1 persen.

“Angka kemiskinan yang masih cukup besar di Kota Bogor ini perlu kita kerjakan secara serius di periode pembangunan berikutnya,” ucap Alfian.

Pada kesempatan itu, Lapkesdam NU Kota Bogor menyampaikan bahwa, kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka dalam rangka merumuskan rekomendasi kebijakan untuk pembangunan Kota Bogor.

Nantinya, kegiatan ini akan dilanjutkan dalam bentuk penulisan policy brief yang akan diserahkan kepada Bappeda Kota Bogor, DPRD Kota Bogor, serta calon pemimpin di Kota Bogor.