Lewat Sastra dan Data: Bogor Belum Selesai Ditulis

oleh -78 views

BOGOR (Lead.co.id) – Kabupaten Bogor dikenal sebagai daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat, bentang alam yang beragam, serta sejarah dan budaya yang panjang. Namun, tidak banyak karya literasi yang secara khusus berupaya merekam berbagai sisi daerah ini dalam satu karya.

Berangkat dari hal tersebut, penulis Rifky Khairy menghadirkan buku Bogor Belum Selesai Ditulis, sebuah karya yang memadukan sastra, angka, sejarah, budaya, lingkungan, refleksi sosial hingga berbagai data yang menggambarkan dinamika Kabupaten Bogor dari berbagai sudut pandang sebagai hadiah untuk Kabupaten Bogor yang belum lama merayakan Hari Jadinya yang ke-544 Tahun.

Di tengah banyaknya buku yang mengangkat tema nasional maupun perkotaan, Kabupaten Bogor hadir sebagai tokoh utama dalam sebuah karya literasi berjudul Bogor Belum Selesai Ditulis. Buku karya Rifky Khairy yang diterbitkan Forepoe Id Creative Chapter ini resmi terbit pada Juni 2026.

Melalui buku setebal 194 halaman ini, pembaca diajak melihat Bogor dari berbagai sudut pandang. Tidak hanya sebagai kawasan wisata atau daerah penyangga Jakarta, tetapi juga sebagai ruang hidup yang dibentuk oleh alam, budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat yang terus berkembang.

“Bogor memiliki begitu banyak cerita yang layak dikenali. Ada alam, budaya, sejarah, komunitas, dan kehidupan masyarakat yang membentuk identitas daerah ini. Buku ini merupakan upaya untuk merekam sebagian dari cerita tersebut,” ujar Rifky Khairy.

Salah satu keunikan buku ini terletak pada perpaduan sastra dengan dokumentasi sosial. Selain puisi, buku ini memuat tema-tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat Kabupaten Bogor, mulai dari kekayaan alam, bahasa dan budaya lokal, sejarah, hingga satwa endemik seperti Owa Jawa dan Surili.

Di tengah pesatnya perkembangan Kabupaten Bogor, dokumentasi terhadap identitas lokal menjadi semakin penting. Kehadiran karya ini diharapkan dapat memperkuat literasi sekaligus memperkenalkan kekayaan Kabupaten Bogor kepada masyarakat yang lebih luas.

Baca :  KPU Kota Bogor Siapkan Buku Bingkai Pilkada 2024

Sesuai judulnya, Bogor Belum Selesai Ditulis menjadi pengingat bahwa Bogor selalu memiliki cerita yang terus tumbuh dan belum selesai untuk diceritakan.

Fakta Menarik

  • Mengangkat Kabupaten Bogor sebagai tema utama.
  • Memadukan puisi, data, sejarah, budaya, lingkungan, dan refleksi sosial.
  • Menyoroti kekayaan alam, budaya lokal, komunitas, dan identitas daerah.
  • Perpaduan pendekatan sastra dengan data, bagian dan kekhasan Kabupaten Bogor yang terdiri dari 194 halaman.

SINOPSIS MEDIA


Kabupaten Bogor merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di Jawa Barat, wilayah yang luas, serta kekayaan alam, budaya, dan sejarah yang beragam. Namun di tengah berbagai perkembangan yang terjadi, tidak banyak karya literasi yang secara khusus mencoba merekam berbagai sisi daerah ini dalam satu narasi yang utuh.

Berangkat dari kondisi tersebut, Bogor Belum Selesai Ditulis hadir sebagai upaya mendokumentasikan Kabupaten Bogor melalui perpaduan sastra, data, sejarah, budaya, lingkungan, dan refleksi sosial. Buku karya Rifky Khairy yang diterbitkan oleh Forepoe Id Creative Chapter pada Juni 2026 ini mengajak pembaca melihat Bogor dari sudut pandang yang lebih luas dan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Melalui 194 halaman, buku ini tidak hanya berbicara tentang tempat-tempat yang dikenal publik, tetapi juga tentang berbagai cerita yang membentuk identitas Bogor. Mulai dari bentang alam, situ-situ yang tersebar di berbagai wilayah, satwa endemik yang menjadi bagian dari kekayaan ekologis daerah, bahasa dan budaya lokal, hingga berbagai dinamika sosial yang tumbuh bersama perkembangan zaman.

Salah satu keunikan Bogor Belum Selesai Ditulis terletak pada upayanya mempertemukan sastra dengan dokumentasi sosial. Berbagai data, fakta, dan realitas tentang Kabupaten Bogor tidak hanya disajikan sebagai informasi, melainkan diolah menjadi refleksi yang mengajak pembaca memahami cerita di balik angka, perubahan, dan berbagai peristiwa yang terjadi di daerah ini.

Lebih dari sekadar karya literasi, buku ini merupakan ikhtiar untuk merawat ingatan kolektif tentang Kabupaten Bogor. Sebuah upaya untuk mengenali kembali berbagai cerita yang hidup di tengah masyarakat, sekaligus merekam sebagian jejak daerah yang terus bergerak dan berkembang dari waktu ke waktu.

Sesuai judulnya, Bogor Belum Selesai Ditulis tidak berusaha memberikan kesimpulan tentang Bogor. Sebaliknya, buku ini mengajak pembaca memahami bahwa Bogor adalah daerah yang selalu menghadirkan cerita baru. Sebuah ruang hidup yang dibentuk oleh alam, sejarah, budaya, dan manusia yang tinggal di dalamnya serta belum selesai untuk dituliskan.