Mahasiswa IAI Sahid Kepung Istana Bogor, Desak Berhenti Abaikan Rakyat

oleh -85 views

BOGOR (Lead.co.id) – Gelombang kritik terhadap pemerintah kembali menggema di depan Istana Bogor. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Agama Islam (IAI) Sahid Bogor menggelar aksi unjuk rasa, pada Rabu (1/7/2026), sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin membebani rakyat dan mengikis nilai-nilai demokrasi.

Aksi dipimpin Presiden Mahasiswa (Presma) DEMA IAI Sahid Bogor, Reza Rizki Hermawan. Dalam orasinya, Reza menegaskan mahasiswa tidak akan tinggal diam ketika kepentingan rakyat terus terpinggirkan oleh kebijakan yang dinilai minim keberpihakan. Menurutnya, kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penyambung suara masyarakat sekaligus pengawal jalannya demokrasi.

Baca :  Mahasiswa UNIDA Akan Datangi Istana Bogor, Bawa Delapan Tuntutan

“Pemerintah harus berhenti menutup mata terhadap kesulitan rakyat. Kebijakan negara seharusnya lahir untuk menyejahterakan masyarakat, bukan justru menambah beban hidup mereka,” tegas Reza di hadapan massa aksi.

Massa aksi mendesak pemerintah mengevaluasi kebijakan kenaikan harga BBM yang dinilai semakin menekan daya beli masyarakat, mengancam keberlangsungan UMKM, serta memicu kenaikan harga kebutuhan pokok. Mahasiswa juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya transparan, tepat sasaran, dan tidak membuka ruang penyalahgunaan anggaran.

Sorotan tajam turut diarahkan pada rencana revisi Undang-Undang Polri Tahun 2026 yang dinilai berpotensi memperluas kewenangan aparat tanpa diimbangi mekanisme pengawasan yang independen. Mahasiswa menilai regulasi tersebut berisiko menggerus prinsip supremasi sipil dan melemahkan kontrol publik terhadap institusi negara.

Baca :  Datangi Istana Bogor, Mahasiswa Bawa Deretan Persoalan Rakyat

Selain itu, mahasiswa mendesak DPR RI menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal, segera mengesahkan RUU Perampasan Aset, serta memperkuat pemberantasan korupsi melalui penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu. Mereka juga menuntut pemerintah membuka ruang partisipasi publik dalam setiap penyusunan kebijakan strategis nasional agar setiap keputusan benar-benar berpihak kepada kepentingan rakyat.

Aksi berlangsung tertib di bawah pengamanan aparat kepolisian. Setelah menyampaikan seluruh tuntutan, massa membubarkan diri dengan menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan terus mengawal berbagai kebijakan pemerintah hingga aspirasi masyarakat benar-benar mendapat perhatian.

Baca :  Oknum DPRD Depok Diduga Rampas Beasiswa Mahasiswa JGU, Publik Geram: Sudah Dapat Tunjangan Puluhan Juta Masih Kurang?

Surya SP