Datangi Istana Bogor, Mahasiswa Bawa Deretan Persoalan Rakyat

oleh -70 views

BOGOR (Lead.co.id) – Forum Mahasiswa Bergerak Indonesia (FMBI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pintu 1 Istana Bogor, pada Senin (15/6/2026). Aksi yang berlangsung pada sore hari tersebut diwarnai orasi politik dan pembakaran ban sebagai simbol protes terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Dalam aksinya, massa menegaskan penolakan terhadap kebijakan kenaikan harga BBM yang dinilai berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok dan semakin menekan kondisi ekonomi masyarakat.

Selain isu BBM, mahasiswa juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi total terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan perekonomian nasional, serta membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas dan layak bagi masyarakat.

Baca :  Demo di Istana Bogor: HMI Kritik Sikap Pemerintah soal Konflik Dunia

FMBI turut menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan dan perluasan akses pendidikan yang terjangkau. Massa menilai pendidikan harus menjadi hak yang dapat diakses seluruh masyarakat tanpa terkendala persoalan ekonomi.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan penolakan terhadap substansi dalam RUU Polri Tahun 2026 yang dinilai berpotensi menimbulkan persoalan terhadap demokrasi dan hak-hak sipil masyarakat.

Melalui berbagai tuntutan yang disampaikan, massa menegaskan bahwa pemerintah harus lebih mengutamakan kepentingan rakyat dibanding kepentingan politik maupun kelompok elite.

Koordinator lapangan aksi, Muhammad Rizqi Firmansyah, mengatakan mahasiswa akan terus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap setiap kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

Baca :  Tunjangan DPRD Kabupaten Bogor Mencengangkan, Mahasiswa Tuntut Evaluasi Fundamental

“Kami ingin memastikan bahwa suara rakyat tetap didengar. Ketika masyarakat menghadapi tekanan ekonomi, sulitnya mendapatkan pekerjaan, dan meningkatnya biaya hidup, pemerintah harus hadir dengan solusi yang nyata dan berpihak kepada kepentingan publik,” ujarnya.

Sebelum membubarkan diri, massa aksi menyerahkan dokumen tuntutan kepada perwakilan Polresta Bogor Kota yang hadir di lokasi. Penyerahan tersebut dilakukan sebagai bentuk penyampaian resmi aspirasi agar dapat diteruskan kepada pihak-pihak yang berwenang.

Aksi berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif hingga seluruh peserta membubarkan diri secara tertib.