Lead.co.id – Penegakkan Minuman Beralkohol (Minol) Ilegal di Kota Bogor mendapat sorotan serius dari Gerakan Mahasiswa Peduli Kota Bogor (GMPKB).
Ketua Umum GMPKB, Debi Firdaus meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja secara profesional dalam menangani maraknya penjualan Minol ilegal di cafe dan resto yang ada di Kota Bogor.
“Pemkot Bogor dalam hal ini dinas terkait atau saat ini sudah ada Tim Minol yang diketuai oleh Kepala Disperindag Kota Bogor harus bekerja secara profesional dan maksimal, jangan ada tebang pilih dalam penegakkan Minol Ilegal di Kota Bogor,” ujar Daus sapaan akrabnya kepada Lead.co.id, Senin (23/12).
Ia menyatakan prihatin terhadap maraknya penjualan Minol ilegal di Kota Bogor dan penegakkan yang tidak maksimal atau terkesan tebang pilih dari pemerintah.
“Saya melihat seperti ada tebang pilih dalam penegakkan Minol ilegal di Kota Bogor, harusnya semua ditindak sama sesuai aturan yang berlaku, ini kok aneh ya, penjual Minol Ilegal di warung pinggiran jalan di angkut semua Minol nya dan pemiliknya harus menjalankan sidang untuk dikenai denda, tapi penjual Minol ilegal di cafe atau resto hanya dipanggil dan diberi surat pernyataan agar tidak menjual Minol ilegal lagi,” papar mahasiswa Universitas Ibn Khaldun Bogor tersebut.
Walaupun baru baru ini, lanjut Daus, ada Noble Cafe yang di razia dan diangkut semua Minol Ilegal nya, tapi ia mempertanyakan bagaimana tempat lain yang memang sudah ketahuan menjual Minol ilegal tapi dibiarkan dan hanya diberi surat pernyataan.
“Kalau begitu kan publik melihatnya aneh dan timbul kecurigaan, oleh karena itu Tim Minol harus segera menindak tegas semua yang menjual Minol Ilegal sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambahnya.
Daus meminta Tim Minol agar sering-sering inisiatif menjalankan tugasnya dan juga responsif jika ada laporan dari masyarakat.
“Saat ini masih banyak penjualan Minol Ilegal di Cafe dan Resto yang ada di Kota Bogor, Tim Minol harus bergerak cepat, jangan nunggu ramai dulu baru bergerak, terkesan ada pembiaran kalo seperti itu, dan juga bila ada laporan dari masyarakat harus segera bertindak, sesuai amanat Walikota Bogor bahwa Bogor harus berlari,” ungkapnya.
Jika tidak ada perbaikan, lanjut Daus, sebaiknya Walikota Bogor tegas mecopot dan mengganti orang-orang yang berwenang dalam permasalahan penegakkan Minol Ilegal.
“Masalah Minol ilegal di Kota Bogor sudah cukup lama ramai, namun sampai saat ini juga belum terselesaikan, sebaiknya Walikota Bogor tegas kalau memang pro terhadap penegakkan Minol Ilegal di Kota Bogor,” pungkasnya. (AP)





