BOGOR (Lead.co.id) – Ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIKA menggelar aksi unjuk rasa terkait Evaluasi 100 Hari Kinerja Kabinet Merah Putih, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bogor, pada Selasa, 25 Februari 2025.
Aksi tersebut dipimpin oleh Koordinator Lapangan BEM UIKA, Rezal Ibrahim Harika (Bastian), diikuti sekitar 100 orang. Dalam aksinya, mereka menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah yang mengurangi anggaran secara drastis tanpa perencanaan matang.
Mereka menilai bahwa pemangkasan anggaran justru menghambat pelayanan publik dan proyek-proyek strategis. Selain itu, pemerintah dinilai membentuk “kabinet obesitas” dengan penambahan jabatan yang menambah beban fiskal tanpa jaminan efektivitas.
Tuntutan utama mahasiswa antara lain:
- Melakukan kajian ulang terhadap efisiensi anggaran sektor vital seperti pendidikan dan pembangunan.
- Menjamin keberlanjutan program PIP dan KIP-K tanpa pemangkasan.
- Menolak kebijakan yang menciderai independensi akademik, seperti pemberian IUP kepada perguruan tinggi.
- Menolak pengalokasian anggaran untuk investasi yang berpotensi menimbulkan korupsi.
- Evaluasi program MBKM terkait efisiensi dan transparansi anggaran.
- Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi kebijakan kabinet yang merugikan rakyat.
- Menuntut penyelesaian kasus pelanggaran HAM dan perampasan hak lingkungan.
- Menolak militerisasi dalam pemerintahan dan mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
Koordinator KBM UIKA, Rezal Ibrahim Harika, menegaskan bahwa kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat harus segera dievaluasi dan dikoreksi. Pemerintah diharapkan bertanggung jawab atas kebijakan yang merugikan masyarakat dan memastikan tata kelola negara yang baik, transparan, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat. (Surya Sp)

