Jakarta (LEAD.co.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajarannya melakukan pengawasan ketat di perbatasan negara usai Malaysia menerapkan penutupan total (lockdown) akibat melonjaknya kasus Covid-19 di negara tersebut.
“Waspadai lonjakan tinggi di Malaysia. Perkuat manajemen penanganan COVID-19 dengan ketat, khususnya di perbatasan negara,” ujar Sigit dalam siaran pers Div Humas Polri, pada Rabu (2/6/2021).
Perintah Kapolri ini disampaikan saat memimpin video conference kepada seluruh Kapolda terkait pengecekan langsung penanganan pandemi Covid-19 pasca Lebaran Idul Fitri 1442 H.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah Kapolda memaparkan hasil penanganan Covid-19 serta memaparkan jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi, kematian, sembuh, kendala, serta sarana dan prasarana penanganan virus Corona.
Mereka yang memaparkan di antaranya dari Polda Kalimantan Barat, Polda Sumatera Utara, Polda Sumatera Barat, Polda Riau, Polda Jambi, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Kepri, dan Polda Metro Jaya.
Pemerintah Malaysia pada Jumat (28/5), telah mengumumkan penutupan total (Lockdown) karena kasus Covid-19 melonjak drastis. Kegiatan sosial dan ekonomi akan dihentikan selama dua minggu untuk menekan pandemi.
Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin menyampaikan bahwa, keputusan untuk menerapkan penguncian mulai 1 Juni datang setelah infeksi baru menembus 8.000 pada Jumat untuk pertama kalinya. Kasus ini telah memicu kekhawatiran penyebaran virus bisa lepas kendali.
Pemerintah Malaysia awal bulan ini memberlakukan penguncian sebagian hingga 7 Juni, menghentikan kegiatan bisnis, mencegah kemungkinan dampak ekonomi. Kasus Covid-19 baru ini meningkat sejak festival Idul Fitri, melintasi 6.000 pada 19 Mei dan melonjak menjadi 8.290 pada Jumat.
Kapolri meminta seluruh Kapolda mewaspadai klaster baru Covid-19 dan kepada Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) untuk peka dalam merespon situasi penyebaran Covid-19, khususnya klaster baru.
“Kita harus terus bergerak dan bergerak menghadapi situasi sulit pandemi ini. Garda terdepan yang diharapkan pemerintah adalah TNI-Polri,” kata Kapolri.
Selain itu, Kapolri meminta jajarannya mengawal upaya pemerintah dalam pemulihan perekonomian hingga percepatan vaksinasi. Kapolri ingin PPKM mikro dikawal dalam upaya mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19.
“Pemulihan ekonomi nasional harus terus dikawal sehingga mengalami peningkatan,” tutupnya.
Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Div Humas Polri

