MAKASSAR (Lead.co.id) – Masyarakat merasa takut dan trauma atas maraknya aksi kriminalitas di Makassar dan Gowa yang dapat menimbulkan korban Jiwa.
Aksi kekerasan terjadi di kawasan Antang, Kecamatan Manggala dan Jalan Andi- Tonro, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, yang viral dengan Genk Motor. Aksi sekolompok orang yang membawa busur di jalan raya juga beredar di media sosial.
Merespons itu, Arif Wangsa selaku Fungsionaris Bakornas LAPMI PB HMI merasa prihatin. Dia menilai Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak bisa menjaga Kondusifitas di wilayahnya.
“Kami telah melakukan beberapa kali Dialog Publik dan sudah berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk menjaga Kondusifitas di Sulsel, tetapi sampai saat ini kinerja polisi masih dipertanyakan,” kata Arif dalam keterangannya, pada Sabtu (15/10/2022).
Menurutnya, saat ini masyarakat mulai takut keluar rumah setelah melihat video kekerasan yang beredar dan viral di media sosial, apalagi pelaku menggunakan busur.
Untuk itu, Arif mempertanyakan kinerja Kepolisian yang terkesan lambat merespons isu kekerasan di tengah masyarakat. Dia juga mempertanyakan kinerja Kapolda yang lambat menangani masalah di Sulsel.
“Jika Kapolda tidak becus tangani permasalahan yang ada di Sulsel lebih baik mundur saja,” tutupnya.





