Marak Tawuran di Kota Ramah Anak, PSI Minta Polisi Patroli Rutin

oleh -304 views
Sugeng Teguh Santoso, PSI, Pelarangan Natal
Ketua DPD PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, SH.

LEAD.co.id | Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bogor meminta aparat Kepolisian melakukan patroli rutin tiap malam serta menggeledah perkumpulan anak anak muda setiap ditemui.

Pernyataan itu merespon seringnya terjadi tawuran di Kota Bogor hingga menewaskan beberapa korban berstatus pelajar berusia sekitar 17 tahun.

“Bila ditemukan senjata langsung dikenakan tindakan hukum pasal 2 ayat 1 UU no 12 tahun 1951. UU darurat,” terang Ketua PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso, S.H, saat dihubungi LEAD.co.id, Minggu (26/1/2020).

Terakhir, publik digemparkan dengan pembacokan yang menewaskan remaja berinisial D (17) dan JA (18) mengalami luka berat, di jl. Re. Martadinata, Kota Bogor Tengah, Sabtu dini hari (25/1).

Baca :  Polisi Berhasil Tangkap Jaringan ISIS di Bogor

Advocat yang akrab disapa STS juga mengaku heran dengan maraknya tawuran di tempat yang diklaim sebagai Kota Ramah Anak.

“PSI Kota Bogor mempertanyakan mengapa ini masih terjadi di Kota Bogor yang diklaim sebagai Kota Ramah anak?,” keluh Ketua Yayasan Satu Keadilan ini.

Menurutnya, korban yang tewas dan luka luka akibat tawuran merupakan pelajar berusia 17 tahun, yang dlm sistim UU Peradilan Anak dan Perlindungan Anak adalah masih dalam kategori anak.

“Apakah karena pak Walikota terlalu sering berlari lari? Sehingga urusan warga terlewatkan ?,” cetus STS lagi.

Baca :  Raker dan Pelantikan Pengurus DPC PSI Kota Bogor, STS Targetkan 2000 Rekrutmen Tahun Depan

Paur Humas Polresta Bogor Kota, IPDA Desty Irinati mengatakan peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada pukul 01.00 WIB, Sabtu dini hahrhi (25/1).

Saat itu korban sedang melintas mengendarai sepeda motor berboncengan sebanyak 4 orang dengan mengendarai 2 unit sepeda motor.

Dari pengakuan sementara para saksi, mereka diserang pada saat sedang ngopi. Menurutnya, tidak menutup kemungkinan mereka sudah merencanakan terlebih dahulu untuk tawuran.

Sebelumnya, tawuran juga terjadi di Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Jumat petang (24/1), sekitar pukul 22:30 WIB. Di lokasi ini, dua kelompok remaja saling serang sambil membawa senjata tajam. Satu remaja berinisial LI (16) tewas karena sabetan sajam. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *