Oleh: Rizky Muhammad
Oktober 2021 ini merupakan bulan penuh makna terutamanya bagi pemuda sebagai agent of change, dan jika merujuk hajat-hajat kepemudaan salah satunya adalah perhelatan Muscam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).
Dengan turunnya edaran pemberitahuan dari tingkat dewan pengurus daerah kabupaten Bogor, pelaksanaan teknis penyelenggaraan pemilihan ketua KNPI tingkat kecamatan. Sudah jelas terjabar acuan, aturan yang dimana harus menjadi dasar pelaksanaan yang mutlak dan menjadi pegangan yang objektif di tataran tim pengadil / panitia sebagai pelaksana.
Guna terjaringnya aktifis di tataran kecamatan yang berkompetensi, memiliki kesempatan dan memberikan ruang agar mempunyai arena pengembangan diri juga bermanfaat di wilayah tempat lahirnya. Saya haqul yakin itu adalah esensi dari penyelenggaraan Muscam selain dari program kerja DPD KNPI Kabupaten Bogor.
Sementara Deadlock atau terjadinya chaos di tempat lain, ada beberapa faktor kemungkinan pertama diduga sikap “by order”dari pendahulu yang biasa kita kenal dengan bahasa senior, sehingga panitia pelaksana penyelenggara menlakasanakan hanya ceremony saja.
Kedua tidak menutup kemungkinan provokasi dari satu pihak yang memaksakan kehendak sehingga bagaimanapun caranya harus sampai di tujuan.
Faktor itu bisa saja salah, namun terlepas dari itu menurut hemat saya harus kita perhatikan bersama kunci dari suksesnya hajat pemuda ini tidak terlepas dari tiga kunci, pertama adab, kedua silaturahmi dan ketiga komunikasi. Cigudeg sendiri khususnya tidak akan seperti tempat lain yang pernah terjadi chaos, asalkan tidak meremehkan tiga hal tersebut.
Bagaimanapun kontestan yang terhimpun nanti di arena Muscam KNPI adalah saudara, sahabat-sahabat saya yang pasti memiliki integritas tinggi dan teruji secara secara kompetensi, menjunjung tinggi sportifitas, bukan pribadi yang reaksioner rela menempuh segala cara.
“Cintailah Proses sebab Allah SWT juga mencintai itu”





