Site icon LEAD.co.id

Media Sosial: Bebas Berpendapat Tapi Harus Bertanggung Jawab

Oleh: Ratu Zahira Salma

Media sosial telah menjadi ruang utama masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan memperoleh informasi. Setiap orang kini bebas berbicara dan menyebarkan berbagai pandangan hanya melalui gawai. Namun, kebebasan tersebut sering kali tidak dibarengi dengan kesadaran akan tanggung jawab, sehingga memunculkan berbagai persoalan seperti hoaks dan informasi menyesatkan.

Rendahnya literasi media membuat sebagian pengguna media sosial mudah percaya dan langsung membagikan informasi tanpa melakukan verifikasi. Banyak orang hanya membaca judul berita tanpa memahami isi secara utuh. Akibatnya, informasi yang belum tentu benar menyebar luas dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Literasi media menjadi kemampuan penting di era digital. Literasi media tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca informasi, tetapi juga memahami konteks, menganalisis isi pesan, serta menilai kebenaran dan dampaknya. Dengan literasi media yang baik, masyarakat dapat lebih kritis dalam menerima informasi dan lebih bijak dalam menyebarkannya.

Di sisi lain, media sosial memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi dan penyebaran nilai-nilai positif. Konten yang informatif dan edukatif dapat membentuk opini publik yang sehat apabila dikelola secara bertanggung jawab. Oleh karena itu, pengguna media sosial tidak hanya berperan sebagai konsumen informasi, tetapi juga sebagai produsen konten yang beretika.

Mahasiswa memiliki peran strategis dalam meningkatkan literasi media di masyarakat. Sebagai kelompok terdidik, mahasiswa diharapkan mampu menjadi contoh dalam menyaring informasi serta menyebarkan konten yang akurat dan bermanfaat. Dengan begitu, media sosial dapat dimanfaatkan sebagai ruang komunikasi yang sehat.

Pada akhirnya, kebebasan berpendapat di media sosial harus berjalan seiring dengan tanggung jawab. Tanpa literasi media, kebebasan justru dapat menjadi sumber masalah. Sebaliknya, dengan sikap kritis dan bijak dalam bermedia, media sosial dapat menjadi sarana membangun masyarakat yang cerdas dan beradab.

Penulis adalah Mahasiswa Semester 5 Komunikasi Dan Penyiaran Islam (KPI) Institut Ummul Quro Al Islami (IUQI)

Exit mobile version