BOGOR (LEAD.co.id) | Suasana Aula Kelurahan Kayumanis, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, nampak berbeda seperti hari biasanya. Hal tersebut disebabkan adanya kegiatan seminar digital marketing yang digelar oleh Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (12/8/2025) siang, di ikuti sekitar 30 warga yang merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebagai jawaban dari tantangan pelaku usaha di era digital.
Ketua Pelaksana seminar ini, Mustofa, menuturkan, bahwa keterampilan memanfaatkan teknologi dan media digital saat ini sudah bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
“Di era digital sekarang, promosi usaha tak cukup mengandalkan cara-cara konvensional. Kita harus tahu bagaimana memanfaatkan media sosial, marketplace, dan strategi pemasaran online lainnya. Itulah yang ingin kami sampaikan lewat seminar ini,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Kelurahan Kayumanis, Tika Kania Andayani, A.Md., yang dalam sambutannya berharap kegiatan tersebut bisa memberikan dampak nyata bagi peningkatan usaha warga. Turut hadir pula Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Nurhamidah S., S.E., serta narasumber utama, Subhan Munafis, M.M., dosen UIKA Bogor yang sudah berpengalaman di bidang pemasaran digital.
Dalam materinya, Subhan Munafis memaparkan pengenalan konsep digital marketing, tips membuat konten menarik, cara memanfaatkan media sosial untuk promosi, hingga strategi meningkatkan penjualan melalui platform online.
Menurut Subhan, warga sangat antusias, bahkan beberapa peserta langsung bertanya tentang masalah yang mereka hadapi saat memasarkan produk.
“Peserta sangat responsif. Banyak yang langsung memberikan contoh kasus dari usaha mereka, lalu kita diskusikan bersama solusinya. Itu membuat seminar ini jadi lebih interaktif,” kata Subhan.
Selain mendapatkan materi, peserta juga diajak memahami tren konsumen di era digital serta pentingnya membangun brand yang kuat. Beberapa UMKM bahkan mengaku sudah punya akun media sosial untuk usaha mereka, namun masih belum optimal dalam pengelolaannya.
Acara yang berlangsung hangat ini ditutup dengan pembacaan doa dan sesi foto bersama sebagai dokumentasi.
Diakhir, Mustofa berharap ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di seminar, tetapi benar-benar dipraktikkan untuk mengembangkan usaha.
“Kalau warga bisa langsung menerapkan ilmu ini, dampaknya akan terasa. Kita ingin UMKM di Kayumanis punya daya saing lebih tinggi dan bisa bersaing, bukan hanya di Bogor, tapi juga di pasar online yang lebih luas,” pungkasnya.
Kontributor : M fidri takhrimsyah
Editor : Aru Prayogi

