LEAD.co.id | Kepengurusan Mahasiswa Wisma FOBA Aceh di Jakarta, Senin malam (18/01/2021) gelar Musyawarah Besar (Mubes) guna melakukan pemilihan ketua Foba periode 2021-2022. Kegiatan yang berlangsung di Musalla Baitut Thalibin Wisma FOBA, Jakarta yang di ikuti seluruh anggotanya menghasilkan putusan Rahmat Firdaus sebagai ketua terpilih.
Sebelumnya, terdapat 4 kandidat dalam Mubes ini dan mengerucut hingga menjadi 2 kandidat yakni Egi Ferdian dan Rahmat Firdaus, setelah Tibrani dan Jakfar (kandidat lainnya) menyatakan mengundurkan diri.
Ketua Panitia Pemilihan (PPU), Muhammad Brilly yang didampingi sekretarisnya, Razi mengucapkan, terimakasihnya kepada seluruh penghuni yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan acara pemilihan ketua FOBA periode 2021-2022.
“terimakasih yang sudah terlibat serta selamat kepada ketua terpilih, Rahmat Firdaus, SIP dengan perolehan suara sebanyak 23 melampaui Egi Ferdian sebanyak 8 suara dari total 31 suara,” sampainya.
Pihaknya juga berharap, ketua terpilih selalu amanah dalam menjalankan roda pemerintahannya, serta tetap menjaga kerukunan rumah tangga FOBA.
“Kita semua berharap ketua yang baru dapat amanah dan membawa FOBA kedepan terus baik dalam segala hal,” harap Brilly yang juga tengah menempuh program magister Ilmu Politik Universitas Indonesia.
Ditempat yang sama, Ketua terpilih, Rahmat Firdaus mengucapkan rasa terimakasihnya kepada semua penghuni wisma FOBA Mahasiswa Aceh di Jakarta yang telah menyukseskan pemilihan ini dan dukungannya kepada dirinya.
“Semoga kedepannya kita sesama mahasiswa Aceh dan juga warga aceh di Jakarta dapat saling mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Pasca dirinya terpilih, Jebolan sarjana Ilmu Politik Universitas Malikussaleh ini berharap, kerjasama dan nasehat alumni dan seluruh penghuni FOBA agar dapat membawa ke arah yang lebih baik.
“Nasehat dan kerjasama itu penting untuk menjadikan nama FOBA tidak asing di telinga masyarakat Aceh dan kedepan bisa mencetak pemimpin-pemimpin masa depan Aceh di Daerah hingga Nasional,” pungkas mahasiswa magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina di Jakarta.
Kontributor : Mahdawi
Editor : Aru Prayogi

