Mengenang Prof Sjafri Mangkuprawira dan Wakaf Bukunya

oleh -654 views
Apendi Arsyad, GSMI, YAPIC, Sjafri Mangkuprawira

Oleh: Apendi Arsyad

Syukron Barokallah. Alhamdulillah, kemaren Senin pagi (8 Agustus 2022) saya bisa bersilaturrahmi kembali untuk kesekian kali ke rumah ibu Prof Aida Vitayala Sjafri, beralamat di Jalan Raya Gunung Batu No. 81 Kota Bogor.

Alhamdulillah, saya datang, beliau sedang membimbing seminar mahasiswa IPB University. Tampaknya ibu Aida sangat sehat dan begitu ramah menyambut saya, sambil menunjukan sejumlah barang-barang “antik” dan buku-buku yang tertata rapi, menghiasi dan memenuhi pojok-pojok rumahnya itu.

Kata ibu Prof Aida, buku-buku milik bapak Sjafri Mangkuprawira sebagian sudah diambil mahasiswa dari HMI Bogor kemaren Ahad (7 Agustus 2022) atas “suruhan dan perintah” saya tentunya.

Begitu pun meja dan almari tempat buku-buku yang merupakan hibah/ wakaf dari keluarga almarhum Prof Sjafri Mangkuprawira/ Pendiri dan Ketua Dewan Pembina Yapic yang pertama, sudah pula diambil oleh 4 orang adik adik HMI Cabang Bogor dengan menyewa mobil bak terbuka.

Buku, meja dan almari hibah dan wakaf tersebut, kini sudah berada di Gedung Serba Guna Mahasiswa Islam (GSMI) dan Gedung Pusdiklat HMI Cabang Bogor, di Jln.Batuwulung Darmaga, Kota Bogor Barat.

Kepada Pimpinan HMI Cabang Bogor pada kesempatan ini saya berpesan dan berharap agar buku-buku wakaf tersebut dijaga, dan dirawat dengan baik. Tak lupa pula buku-buku berharga tersebut dimanfaatkan, dibaca dan dipelajari untuk peningkatan kualitas SDM Insancita HMI sebaik mungkin, efisien dan efektif.

Untuk awetnya buku yang disimpan di Markaz HMI tersebut, maka
buku-buku tersebut agar dibuatkan aturan pemakaian/ pemanfaatannya, berupa Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Ketua HMI Cabang Bogor.

Salah satu isi aturannya itu adalah buku hanya bisa dibaca di ruang Pusdiklat HMI dan atau di ruang Rapat GSMI (Gedung Serba Guna Mahasiswa Islam), tidak diperkenankan membawa pulang ke rumahnya si peminjam.

Buku-buku tersebut setelah dibaca mahasiswa, wajib mengembalikan kembali ke/di rak almari buku seperti semula, tersusun rapi.

Sekali lagi, saya meminta bantuan pimpinan HMI Cabang Bogor segera membuat aturan pemanfaatan kepustakaan GSMI-Yapic, disosialisasikan dan jika perlu ditempel aturan tertulis tersebut di almari buku tersebut dan atau bagian dinding lainnya di GSMI, agar si pengguna atau penerima manfaat tahu tata cara dan kode etik peminjaman buku-buku wakaf tersebut.

Saya selaku salah seorang perintis, pendiri dan Ketum Badan Pengurus Yayasan wakaf YAPIC selama 22 tahun (1994-2016) telah merumuskan dan menetapkan konsepsi awalnya pembangunan komplek wakaf GSMI-YAPIC tersebut adalah berfungsi sbb:

  1. Sebagai markaz HMI, pusat kesekretariatan dan kegiatan HMI,
  2. Sebagai sarana memperlancar dan mendukung program pengkaderan kepemimpinan Insan Cita HMI,
  3. Sebagai pusat pemikiran pergerakan kepemimpinan dan dakwah Islamiyah bagi kaum muda muslim Indonesia, dan
  4. Sebagai pusat dokumentasi dan infokom dalam pengembangan llmu-ilmu keagamaan Islam dan Sainteks yang relevan untuk peningkatan kualitas kader Insan Cita HMI.
Baca :  Kritik Ustadz Muda "Cucu Pendiri NU" Terhadap Banser

Sehubungan adanya wakaf buku-buku almarhum Prof Sjafri Mangkuprawira tersebut, maka semakin melengkapi sarana-prasarana pengkaderan yang dibutuhkan adik-adik kita HMI, terutama dalam hal penguatan kapasitas berliterasi. Sebab kita paham dan yakin, kualitas kader insan cita HMI hanya bisa ditempuh melalui banyak-banyak membaca buku yang bermutu.

Harapan saya, bagi adik-adik HMI Cabang Bogor, mereka yang bermukim dan tinggal di asrama Aktivis HMI di GSMI (ada lk 20 org, dengan 10 kamar terletak di bagian lantai atas) dan atau mereka yang sedang bertamu ke GSMI, saya berharap bisa mengembangkan pengelolaan dan pemanfaatan sarana perpustakaan GSMI dengan baik, benar dan bertanggungjawab, sehingga berkelanjutan tercapai.
Maksudnya agar adik-adik HMI generasi berikutnya bisa memanfaatkannya secara optimal.

Dalam kesempatan ini, saya sangat mengapresiasi kepada keluarga alm Bpk Prof Sjafri Mangkuprawira atas kebaikan-kebaikannya selama ini, terutama kepada ibu Prof Dr Ir Hj Aida Vitayala Sjafri, MSc, istrinya almarhum yang telah menyerahkan buku-buku alm bapak Sjafri Mangkuprawira kepada saya, untuk saya teruskan dan serahkan pengelolaannya kepada adik-adik pengurus HMI Cabang Bogor.

Selanjutnya buku-buku tersebut bisa disimpan dengan baik, sebahagian simpan di almari ruang Pusdiklat HMI dan sebagian lagi di almari ruang rapat atau ruang sidang GSMI.

Sepengetahuan saya, selama bergaul dengan keluarga ini, bapak Sjafri dan ibu Aida sudah saya anggap kakakku sendiri. Saya sering bertamu ke rumah Gn Batu 81 ini, bertukar pikiran dan minta nasehat. Ibu Prof Aida seminggu yang lalu menelpon dan mem-WA japri saya, beliau menginformasikan ..” ada sejumlah buku-buku.Bpk Prof Sjafri, almarhum (alm.) yang perlu diambil, dan Apendi sempatkan datang ke rumah. “, begitu kata ibu.

Saya pun beberapa hari kemudian, saya menemui ibu di rumahnya. Sempat juga kami mengobrol santai di meja makan, sehingga mengingatkan kehidupan saya tempo doeloe bersama bapak Sjafri, ngobrol di meja ini. Ibu Aida pun bercerita tentang sikap baik dan terpuji almarhum terhadap dirinya, istrinya, dihari-hari terakhir hayatnya.

Kesan saya dari cerita nostalgia itu, bapak Sjafri memang orangnya cukup “romantis” yang saya kenal, selain beliau serius utk hal-hal tertentu, terkadang bernada “tinggi”, dan suka guyonan dan banyolan yang menyegarkan pikiran.

Izinkan saya bernarasi sekilas mengenai Yayasan Pengembangan Insan Cita (Yapic) yang kami dirikan 16 Juni thn 1994. Saya sendiri sering bersilarahmi ke rumah almarhum di jalan Raya Gn Batu 81 Kota Bogor untuk urusan Yayasan guna membahas berbagai hal tentang program keumatan dan sikon nasib keberlanjutan perkaderan adik-adik HMI dengan segala suka dukanya.

Baca :  Koperasi ICMI, Apa yang Harus Dilakukan

Rumah Jalan Gn Batu 81 itu, tidak asing bagi kehidupan saya. Saya sering diajak berdiskusi dan makan bersama oleh alm bapak Sjafri di meja yang saya duduki ini. Kami mengobrol, ilmu bapak itu luas dan sesuai minat saya “Sosek”, saya juga banyak mendapat ilmu dan pengalaman dalam ilmu sosial-ekonomi (Sosek), terutama managemen organisasi dan sumberdaya manusia (SDM).

Saya juga banyak menimba nilai-nilai kebaikan dan kebajikan dari almarhum bpk Sjafri, spt nilai-nilai dasar perjuangan (NDP) dalam bentuk “best practices” yang sesungguhnya dalam dunia nyata disamping retorika, keikhlasan, beramal sholeh yaitu kerja keras-cerdas dan kerja ikhlas, dll.

Artinya saya waktu itu sadar bahwa saya sedang dikader oleh alm Prof Sjafri, GB Ilmu Managemen SDM-IPB (beliau wafat tgl 6 Pebruari 2013, sedang mengikuti acara Reboan IPB di Grawida IPB) bagaimana strategi dan taktik untuk mewujudkan gagasan, konsepsi menjadi kenyataan, faktanya terwujudnya komplek wakaf GSMI-Yapic.

Kami alhamdulillah terhindar dari sikap dan berperilaku “Nato” (No action talk only). Sepengetahuan saya, almarhum bapak Sjafri, tidak saja berpikir dan membangun akses dan jejaringan sosial ke para donatur/pewakaf.

Akan tetapi beliau juga memberi suri-tauladan kepada saya bahwa beliau semasa hidupnya banyak memberikan sumbangan dana dan barang-barang untuk GSMI seperti perabot kursi-meja, tempat tidur, dan white board, bahkan tanah wakaf salah seorang pewakif dari 23 orang pewakif GSMI-Yapic, lokasi tanahnya di kelurahan Margajaya Bogor Barat, seluas 2500 meter persegi, posisinya di samping
SMA Bina Bangsa Sejahtera Kota Bogor.

Kemudian terakhir keluarga ini mewakafkan meja dan 2 buah almari berikut isinya buku-buku Manajemen SDM, peninggalan almarhum bapak Prof Sjafri Mangkuprawira yang disampaikan Ibu Prof Aida Vitayala Sjafri selaku ahli waris/ istrinya kepada saya selaku Wakil Ketua Pembina Yapic.

Saya juga pernah secara bersama-sama dengan almarhum Prof Sjafri menjaga marwah dan membangun eksistensi organisasi KAHMI Bogor sebagai tuntutan UU Keormasan Nomor.8/1985; dan kami pun sama-sama mendirikan ICMI Orwil Khusus Bogor (30 Maret 1991) sepulang kami dari Universitas Brawijaya Malang mengikuti simposium nasional dan mendirikan ICMI tanggal 7 Desember 1990.

Dalam perjalanan kedua organisasi tersebut, beliau Ketuanya dan saya Sekretarisnya, termasuk dibeberapa kepanitiaan seperti Musda Kahmi Bogor yang pertama (tahun 1986).

Dari cerita ini, simpulannya bahwa menurut saya begitu besar perhatian, jasa dan komitmen alm Prof Sjafri Mangkuprawira beserta keluarganya terhadap keberadaan dan kelangsungan HMI Cabang Bogor, KAHMI dan ICMI Orwilsus Bogor, beliau Ketua pertamanya.

Boleh saya katakan sulit mencari tandingannya. Antara lain, saya pernah mendengar langsung dari pembicaraan almarhum Bpk Sjafri kepada saya bahwa…” kita harus banyak bersabar dan ikhlas karena Allah SWT, bekerja membangun komplek wakaf GSMI sebagai sarana-prasarana pengkaderan adik-adik HMI kini dan masa depan”.

Baca :  Mengenang Almarhum BJ Habibie

Selanjutnya beliau berkata bahwa kita sebagai alumni HMI/KAHMI masih ada tugas yang melekat pada diri kita sesuai sistem nilai-nilai insan cita/NDP yaitu kita harus mengabdi dan mengharapkan ridho illahi.

Kata-kata beliau inilah selalu membuat saya teringat hingga kini, dan merupakan nasehat dan mewarnai perjalanan hidup saya, yang penuh liku-liku, harapan dan tantangan. Maaf saya berhasil studi lanjut dan meraih gelar Doktor pun atas dorongan dan motivasi beliau, ketika saya bertamu ke rumahnya yg asri, beliau selalu menyisipkan sebuah pertanyaan yg menggelitik “kapan Ente Doktor”, Apendi !?.

Begitu dekat hubungan saya dengan senior KAHMI Bogor ini yakni alm Prof Sjafri Mangkuprawira, selain Guru besar, beliau pernah menjabat Ketua Dewan Guru Besar IPB, Kajur Sosek, Wadek dan Dekan Faperta IPB, Ketua LPPM dan Warek IPB.

Oleh karena itu untuk mengenang jasa-jasa beserta kebaikannya, maka setahun setelah wafatnya beliau, saya menyusun dan melaunching buku “Kenangan Bersama Almarhum Prof Dr Ir H Tb Sjafri Mangkuprawira, 233 hal, diterbitkan IPB Press tahun 2014, editor Dr Ir Apendi Arsyad, MSi dkk.

Isi buku kenangan tersebut adalah berupa kumpulan tulisan kesan-kesan kebaikan yang dirasakan para sahabat dan kolega-kolega kerjanya semasa hidupnya, ada lk sebanyak 36 orang, di luar mahasiswa bimbingan Pascasarjananya, beserta anak-anak dan cucu-cucunya almarhum memberikan opini yang mengesankan. Antara lain salah satu kutipan tulisan dari bapak Prof Dr Ir Herry Suhardiyanto MSc, Rektor IPB dan Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor pada masa itu, berkomentar untuk mengenang almarhum:

“Kebaikan Almarhum Pak Sjafri terbentuk dalam untaian kebaikan dan kasih sayang untuk istri, putra, putri, menantu, cucu dan.sanak familynya, juga tersebar di catatan-catatan kuliah, buku-buku karyanya, tulisan-tulisan ilmiahnya, deretan skripsi, tesis dan disertasi mahasiswa bimbingannya, juga di sepanjang jalan kehidupannya dan di setiap interaksinya dengan segenap manusia,” demikian kesan Prof Herry Suhardiyanto.

Atas jasa dan kebaikan keluarga alm bapak Prof Sjafri, saya mengajak kita semua, terutama adik-adik HMI dan para Sahabat KAHMI Bogor, termasuk ICMI, dimana pun berada, mari kita membacakan surat Al Fatihah, untuk kita hadiahkan kepada almarhum.

Semoga Allah SWT menempatkan arwahnya ditempat terbaik disisiNya, Syurgajannatunnaim, keluarga yang ditinggalkan diberikan kesehatan dan kebahagiaan, Aamiin-3 YRA.

Penulis adalah Pendiri-Pengurus dan Pembina Yapic Bogor, Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L, Pegiat dan Pengamat Sosial