Mengenang Sumpah Pemuda, Gali Nilai Luhur untuk Anak Bangsa

oleh -294 views

BOGOR (Lead.co.id) – Mengingat hari Sumpah Pemuda ke-95 Yayasan Daya Putra Bangsa (Yapaba) melaksanakan agenda diskusi bulanan bertema “Menggali Nilai Luhur Sumpah Pemuda Sebagai Landasan Membangun Karakter Unggul Putra Bangsa”.

Diskusi yang menghadirkan Ki Agus Prana Mulia sebagai Narasumber yang dimoderasi oleh Heri Cokro ini dilaksanakan di Sekretariat Daya Putra Bangsa Kampung Cibeureum, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor sejak pukul 09.00 Wib sampai selesai.

Dalam sambutannya Ketua Yapaba, Willy Kamawijaya menyampaikan arti pentingnya sumpah pemuda sebagai rantai pengikat persatuan dan landasan integrasi bangsa Indonesia. “Baik secara historis, filosofis dan geologis, nilai sumpah pemuda harus terus digali, dikaji dan di sosialisasikan kepada generasi muda hari ini agar mereka tidak kehilangan jati dirinya sebagai bangsa dan mampu mengedukasi diri untuk menjadi manusia berkarakter unggul, pelopor perubahan serta aktor bagi pengelolaan kehidupan bangsa dimasa kini hingga hari depan,” ungkap Jaya, biasa dia disapa.

Baca :  Peringati Sumpah Pemuda, KNPI Kota Bogor Deklarasi Anti Narkoba

Setelah diuraikan makna historis dan filosofis serta geopolitik saat sumpah itu digaungkan dan melahirkan untaian mantra persatuan yang menghilangkan ego sentrisme kesukuan, kedaerahan dan strata sosial, sumpah pemuda yang berkomitmen menjunjung rasa kesatuan sebagai bangsa, yang bertanah air dan berbahasa satu, Indonesia maka dimulailah era baru perjuangan bangsa nusantara sebagai satu entitas yang pada akhirnya mampu memerdekakan bangsanya dari kolonialisme dan imperialisme asing.

Semangat kepeloporan pemuda yang menandai setiap Babakan sejarah di tubuh bangsa ini harus tetap dipupuk agar kita memiliki kader-kader bangsa yang patriotis, nasionalis dan memiliki harga diri tinggi sebagai bangsa besar yang memiliki sejarah panjang, keunggulan sumberdaya serta kemampuan untuk mandiri membangun bangsa.

Baca :  Momentum Sumpah Pemuda, PTI Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan

Tidak lupa pula Ki Guru Prana Mulia mengaitkan nilai-nilai tersebut dengan nilai utama kearifan lokal ( budaya Sunda dan Nusantara) dan nilai-nilai agama (Islam) yang selaras dengan nilai dasar kebangsaan kita yaitu Pancasila.

Diskusi yang berjalan dinamis dan interaktif ini diakhiri dengan doa serta komitmen untuk senantiasa berupaya memberdayakan diri, keluarga dan masyarakat luas yang menjadi subjek pemberdayaan dalam setiap program Daya Putra Bangsa. (Ckr03/jhon)