BOGOR (Lead.co.id) – Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Ketua Umum Pemuda Tani Indonesia (PTI), Budi Satrio Djiwandono menegaskan komitmen organisasinya untuk terus berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan menggerakkan generasi muda agar mencintai serta terjun ke sektor pertanian.
Menurut Budi, dalam kegiatan peringatan HUT ke-39 Pemuda Tani Indonesia yang digelar secara simbolis di salah satu lahan sawah produktif di Kota Bogor, Jawa Barat, akhir pekan ini. Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna itu dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Endang Hari, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, serta perwakilan kelompok tani dan pemuda tani dari berbagai wilayah di Kota Bogor.
Ia menegaskan bahwa Pemuda Tani Indonesia akan terus menjadi bagian dari gerakan besar mewujudkan kedaulatan pangan. Menurutnya, sektor pertanian bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan ketahanan bangsa.
“Pertanian adalah masa depan bangsa. Pemuda harus kembali menengok sawah dan ladang, karena di sanalah sumber kehidupan sekaligus kekuatan ekonomi rakyat Indonesia,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, kegiatan peringatan HUT kali ini menjadi wujud nyata dukungan Pemuda Tani Indonesia terhadap program pemerintah yang menempatkan pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional. Hal ini juga sejalan dengan berbagai capaian satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai cukup berhasil dalam memperluas akses petani terhadap pupuk, benih, serta alat dan mesin pertanian.
Lebih lanjut, Budi menyoroti kebijakan pemerintah terkait pupuk bersubsidi dan program Harga Eceran Tertinggi (HET) yang kini semakin mudah diakses petani. Kebijakan tersebut, katanya, berkontribusi besar dalam menjaga stabilitas harga dan mengurangi kesenjangan antara biaya produksi dan harga jual hasil pertanian di lapangan.
“Pemerintah sudah banyak membantu petani. Tinggal bagaimana generasi muda bisa ikut turun tangan. Kita ingin membangun pertanian yang modern, produktif, dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sebagai organisasi kepemudaan yang berada di bawah naungan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Pemuda Tani Indonesia saat ini telah hadir di hampir seluruh provinsi dan lebih dari 50 persen kabupaten/kota di Indonesia. Jaringan yang luas tersebut diharapkan menjadi wadah penggerak lahirnya petani-petani muda yang memiliki semangat inovasi dan adaptif terhadap kemajuan teknologi.
Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-39, PTI juga meluncurkan program nasional penanaman 100 ribu batang tanaman perkebunan di berbagai wilayah Indonesia. Program ini dimaksudkan untuk mendorong gerakan hijau nasional sekaligus menjadi simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan regenerasi petani di tengah ancaman alih fungsi lahan.
Budi juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi dunia pertanian saat ini, yakni semakin menyempitnya lahan produktif akibat pesatnya pembangunan permukiman dan industri. Ia menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kota Bogor yang telah menetapkan Peraturan Daerah (Perda) untuk melindungi lahan pertanian produktif dari konversi fungsi.
“Langkah Pemkot Bogor ini sangat penting. Kita harapkan daerah lain juga melakukan hal yang sama agar sawah dan ladang tetap terjaga sebagai sumber pangan rakyat,” kata Budi menambahkan.
Ia menutup pernyataannya dengan pesan kepada seluruh pemuda di Indonesia agar menjadikan sektor pertanian sebagai bidang yang membanggakan dan prospektif di masa depan. Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda seharusnya juga dimaknai sebagai tekad untuk berdikari dalam memenuhi kebutuhan pangan bangsa sendiri.
“Kami berharap semakin banyak anak muda yang mau turun ke sawah, bukan karena terpaksa, tapi karena sadar bahwa pertanian adalah jalan mulia untuk menyejahterakan bangsa,” tutupnya.





