KLH Tanam 15 ribu Pohon di Hulu Ciliwung, Simbol Semangat Pemuda untuk Bumi

oleh -141 views

BOGOR (Lead.co.id) — Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memulihkan ekosistem di kawasan hulu Sungai Ciliwung. Ajakan itu disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Lingkungan Hidup (LH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq, usai memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Selasa (28/10/2025).

Pada kesempatan tersebut, Hanif Faisol menetapkan 53 Komunitas Sungai Ciliwung yang tersebar dari Cisarua hingga Sawah Besar, Jakarta, sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga dan memulihkan fungsi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung.

Baca :  Atasi Krisis Iklim, Social Project Bali Tanam Pohon dan Edukasi Eco Enzyme

Momentum Sumpah Pemuda ini kami jadikan refleksi untuk memperkuat komitmen pemulihan lingkungan hidup,” ujar Hanif.

Hanif menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah menghadapi tiga krisis utama perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan. Dalam konteks tersebut, wilayah hulu seperti Megamendung dan Cisarua memiliki peran penting menjaga keseimbangan ekologi di wilayah hilir.

DAS Ciliwung yang membentang seluas 42,6 ribu hektare kini dihuni lebih dari 3,5 juta jiwa. Kondisi ini menuntut kolaborasi semua pihak dalam menata kembali kebijakan dan langkah strategis untuk mengembalikan fungsi lingkungan. KLH sendiri telah melakukan berbagai upaya, seperti penanaman pohon (teknik vegetatif) dan pembangunan embung penampung air (teknik sipil) untuk memulihkan alur air Ciliwung.

Baca :  Launching Gerakan KMHDI Menanam, Sejuta Pohon Siap Ditanam

Sebagai aksi nyata, KLH bersama masyarakat, PTPN, dan KSO melakukan penanaman 15 ribu pohon secara serentak di kawasan hulu Sungai Ciliwung. Aksi ini diharapkan dapat memperkuat resapan air dan menstabilkan fungsi ekologi kawasan puncak.

“Kami juga membangun embung di titik-titik kulminasi air untuk mengatur aliran ke Sungai Ciliwung. Ini kerja besar yang membutuhkan kolaborasi lintas wilayah,” jelas Hanif.

Hanif menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat dari Bogor hingga Jakarta. Pendekatan berbasis ekologi, kata dia, akan terus diperkuat melalui kebijakan dan penegakan hukum yang mendorong perubahan perilaku serta keberlanjutan lingkungan.

Baca :  LDII Kota Bogor Tanam Pohon Untuk Kehidupan dan Penghidupan

“Pelaku usaha di kawasan puncak harus berinvestasi dalam keberlanjutan, dengan mengembalikan fungsi tata lingkungan, terutama sistem hidrologi kita,” tegasnya.

Dengan penetapan 53 komunitas sungai, pemerintah berharap setiap segmen Sungai Ciliwung memiliki penjaga aktif yang berperan dalam pelestarian sungai.

“Kami mendukung penuh langkah komunitas, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga Sungai Ciliwung. Hulu DAS ini adalah jantung ekosistem yang harus kita pulihkan bersama,” pungkas Hanif.