Oleh : Ramadhon Jasn
Dalam sejarah Kepolisian Negara Republik Indonesia, nama Komisaris Jenderal Pol (Purn) Moehammad Jasin tidaklah asing. Dikenal sebagai Bapak Brimob Polri dan memiliki julukan ‘Si Penumpas Separatisme’, Komjen Pol M. Jasin juga populer di telinga masyarakat Indonesia. Komjen Jasin resmi dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015, berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2015.
Moehamad Jasin dilahirkan di Baubau, Sulawesi Tenggara pada tanggal 9 Juni 1920. Sejak kecil dirinya lebih memilih menjadi seorang Penerbang dibandingkan menjadi seorang Polisi. Namun karena tak mendapat restu orang tua, M. Jasin akhirnya mau menerima Profesi menjadi seorang polisi setelah dibujuk kakak iparnya, Abu Baeda. Dirinya memulai karir sebagai anggota kepolisian sekitar tahun 1940-an.
The Special Police Force
The Special Police Force atau polisi istimewa adalah julukan yang diberikan Benedict Anderson dalam bukunya Java In a Time of Revolution : Occupation and Resistance, 1944-1946 kepada Komjen Pol Moehammad Jasin, Komandan Tokubetsu Keisatsutai, Kesatuan Polisi yang dibentuk pada masa pendudukan Jepang, di Surabaya. Namun pada tanggal 21 Agustus 1945, M. Jasin menyatakan : “Tokubetsu Keisatsutai beralih rupa menjadi pasukan Polisi Republik Indonesia.” Pernyataan M. Jasin inilah yang menjadi asal muasal lahirnya Kepolisian Republik Indonesia.
Sejarahwan Asvi Warman Adam dalam bukunya yang berjudul Menguak Misteri Sejarah (2010) menyebut pernyataan M. Jasin tersebut sebagai ‘Proklamasi Polisi Keresidenan Surabaya’. Dalam proklamasi tersebut, M. Jasin menegaskan Polisi Republik Indonesia berkewajiban menjunjung tinggi dan mempertahankan kedaulatan dan kehormatan negara Republik Indonesia.
Pada tanggal 10 November 1945, di Surabaya terjadi rentetan perang melawan sekutu. Dalam peristiwa yang kelak akan diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional tersebut, M. Jasin memilik andil besar. Hal itu ditegaskan oleh Soedarto, sebagai petinggi militer pada saat itu. Menurutnya, tanpa peran M. Jasin dengan pasukan spesialnya, tidak akan ada pertempuran heroik yang membangkitkan militansi para pemuda di Surabaya.
Komjen Jasin diakui sebagai tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Dirinya diakui bukanlah polisi sembarangan. Dirinya adalah pendiri Brigade Mobil (Brimob), yang dibentuknya pada tanggal 14 November 1946. Pasukan spesial M. Jasin ini turut terlibat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dalam dua agresi yang dilancarkan Kolonial Belanda.
Si Penumpas Kelompok Separatis
M. Jasin tak hanya dikenal sebagai Bapak Pendiri Brimob, tetapi juga sebagai ‘Si Penumpas Kelompok Separatis’. Dirinya selalu menjadi yang terdepan dalam soal mengatasi Separatisme di Indonesia. Kudeta yang dilakukan oleh Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) pada tanggal 23 Januari 1950, Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) pada tanggal 25 April 1950, hingga gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) pimpinan Kartosoewirjo pada tahun 1949 di Jawa Barat, M. Jasin selalu hadir sebagai benteng kuat pertahanan negara. Namun di tahun 1960-an, M. Jasin yang dikenal mengagumi Presiden Soekarno, tapi tak senang dengan Komunis itu, akhirnya ‘dibuang’ ke Tanzania, sebagai Duta Besar pada tahun 1967.
Selain sebagai Polisi, M. Jasin juga aktif di Pemerintahan. Dirinya pernah tercatat sebagai Anggota MPR-RI pada masa Orde Baru (1972-1977). Tiga rezim telah dilaluinya dengan penuh lika-liku. Kontribusinya kepada Tanah Air tak akan pernah dilupa oleh masyarakat Indonesia. Komjen Pol (Purn) Muhammad Jasin akhirnya menutup mata untuk selama-lamanya pada 3 Mei 2012 di usia 92 Tahun.
Semangat M. Jasin Dalam Leadership Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Kisah hidup Pahlawan Nasional, M. Jasin telah digores dengan tinta emas. Sejarahnya sangat menginspirasi generasi selanjutnya. Keberanian dan loyalitasnya terhadap Negara, adalah sepasang semangat yang tidak akan pernah padam bila terus dirawat oleh anak bangsa. Dalam tulisan ini, Penulis akan melihat jejak semangat Komjen Jasin, pada gaya kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.
Tragedi Bom Kepunton, Solo
Tanggal 25 September 2011, langit Kota Solo tiba-tiba menjadi hitam pekat. Sebuah Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) menjadi sasaran Bom Bunuh Diri. Masyarakat dilanda ketakutan dan kecemasan pasca itu. Namun berkat kepiawaian dan keberanian Kapolresta Solo, Listyo Sigit Prabowo, situasi psikis masyarakat yang tak bersahabat itu mampu ditekannya ke level terendah. 3 hari pasca tragedi, Kota Solo menjadi Tuan Rumah Agenda International Asian Parliamentary Assembly. Dan Kapolresta Listyo Sigit mampu mengamankan dan memastikan kegiatan tersebut hingga berjalan dengan lancar.
Pandemi, dan ancaman krisis Bahan Pokok Penting
Saat itu Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo baru beberapa bulan menjabat sebagai Kabareskrim Polri. Situasi gelap sedang dialami bangsa dan juga dunia. Pandemi Covid-19 yang masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020, meneror dan membuat kekacauan kolektif. Ancaman kelangkaan bahan pokok penting pada saat itu hadir di depan mata. Namun berkat kesigapan Komjen Pol Listyo Sigit bersama Satgas Khusus yang dibentuknya, hal itu mampu diredam dengan cepat.
Skandal Djoko Tjandra dan Petinggi Polri
Skandal Djoko Tjandra berakhir di tangan Komjen Pol Listyo Sigit. Buronan licin tersebut mampu ditangkapnya tempat persembunyiannya, di Singapura. Tak hanya Djoko Tjandra, dua petinggi Polri berpangkat Jenderal Polisi yang diduga kuat memuluskan pelarian buronan Djoko Tjandra pun turut ditangkap Komjen Listyo Sigit. Publik menilai pada saat itu, Keberanian dan ketegasan Komjen Listyo dalam Kasus Djoko Tjandra di luar ekpektasi. Kepercayaan Masyarakat menguat kepada Polri pasca penangkapan itu.
Percepatan Vaksinasi Nasional
Polri, disamping TNI, Kemenkes, BNPB dan BIN, adalah salah satu garda terdepan dalam proses penanggulangan wabah Covid-19. Target Presiden Joko Widodo di bulan Januari 2021 mampu diterjemahkan dengan baik oleh Polri. Momentum itu tak berselang lama setelah Listyo Sigit Prabowo diresmikan menjadi Kapolri di Istana. Polri yang ditugaskan sebagai penjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) harus memainkan peran lain, yakni sebagai pengatur mobilitas warga agar tak berkerumun, hingga turun ke lapangan bersama rakyat demi mempercepat target Kekebalan Kelompok (Herd Immunity) di seluruh Indonesia.
Mengawal Megatriliun Anggara Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)
Mengawal agar Anggaran PEN tidak disalahgunakan adalah Tugas Polri sebagai aparatur penegak hukum. Kapolri Listyo dalam hal ini dibebankan oleh Negara untuk memantau alur distribusi Megatriliun Rupiah Uang Negara agar tepat sasaran. Kesigapan, keberanian, dan kepiawaian Kapolri Listyo Sigit adalah jaminan bagi masyarakat agar tak dirugikan. Negara ini harus segera pulih agar kembali tumbuh dan tangguh. Dan Polri memainkan peran besar dalam hal Percepatan Pemulihan Bangsa.
Berani ‘Potong Kepala Ikan Busuk’
Dalam sejarah kepolisian, Keberanian Komjen Pol (Purn) M. Jasin adalah teladan. Bapak Brimob ini dikenal sangat berani menghadapi dan menumpas Kelompok-kelompok radikal yang mengancam kedaulatan negara. Apa yang dilakukan M. Jasin terhadap kelompok Separatisme ini semangatnya ada pada diri Kapolri Listyo Sigit. Kapolri Listyo berani menumpas Polisi yang berbuat ‘separatis’ secara moral maupun hukum. Mereka (Polisi) yang tidak patuh atau melanggar aturan Kepolisian berhasil ditumpas Kapolri Listyo tanpa pandang bulu. Dan hal ini ditujukan untuk mengembalikan Citra Kepolisian yang Humanis dan tegas.
Beberapa Cerita di atas adalah fragmen penting yang penulis amati dalam Karir Perjalanan Listyo Sigit sebagai seorang Polisi. Kinerjanya sebagai kapolresta Solo, Kabareskrim Polri, hingga sebagai Kapolri terbilang sangat baik. Keberanian M. Jasin inilah yang sedikit banyaknya menular dalam diri Kapolri Listyo Sigit. Dan hal ini menjadi modal berharga bagi Kapolri Listyo, dalam menata Korps Bhayangkara yang semakin dicintai Masyarakat.
Moehammad Jasin telah tiada, namun semangat kepahlawanannya terus menyala pada diri manusia yang peduli dengan bangsa dan negara. Selamat Hari Sumpah Pemuda, 10 November 2021.
Penulis merupakan Pj Ketua Umum PB HMI

