JAKARTA (LEAD.co.id) – Presiden Jokowi menggelar Rapat Terbatas (Ratas) mengenai PPKM secara virtual pada Senin (1/2/2022). Dalam rapat itu, Jokowi meminta Kapolri untuk mengusut tuntas dugaan permainan karantina yang dikeluhkan Warga Negara Asing (WNA) saat wisata ke Indonesia.
“Disiplin dalam melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk dan pelaksanaan proses karantina yang benar dari luar negeri. Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina,” Kata Jokowi.
Apa yang disampaikan Jokowi dalam Ratas turut dipertegas oleh Menparekraf, Sandiaga Uno bahwa, permainan karantina yang diadukan oleh wisatawan asing bukanlah miss komunikasi (miskom). Dirinya memastikan bahwa hal tersebut memang terjadi dan perlu ditindak tegas.
“Kita akan bertindak tegas. Jadi ini bukan miskom. Ini berkali-kali saya garis bawahi, saya dapatkan langsung dari berita, dan dikonfirmasi banyak sekali yang nyatakan hal yang sama,” kata Sandiaga dalam akun instagramnya, pada Selasa (1/2).
Polri Mengawal Program Prioritas
Penugasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo oleh Presiden Jokowi untuk menyelesaikan kasus dugaan permainan karantina yang merugikan wisatawan asing dinilai sangat tepat oleh Direktur Lentera Studi Pemuda Indonesia (LSPI), Dinal Gusti, pada Rabu (2/2/2022)
Pasalnya, menurut pria yang akrab disapa Dinal ini, Jenderal Sigit dalam 16 program prioritasnya sebagai Kapolri tentu memiliki komitmen untuk menjamin keamanan program prioritas nasional, dalam hal ini sektor Pariwisata.
“Penugasan Kapolri Listyo Sigit Prabowo oleh Presiden untuk menuntaskan kasus dugaan permainan karantina ini sudah sangat tepat, karena salah satu dari 16 program prioritas Kapolri adalah menjamin keamanan program prioritas nasional, dalam hal ini industri pariwisata,” Kata Dinal.
Dinal juga optimis, apa yang dikeluhkan warga asing terkait dugaan adanya oknum yang memainkan proses karantina bisa segera dituntaskan oleh Polri dengan cepat.
Menurutnya, keluhan wisatawan asing terkait tindakan oknum-oknum yang memanfaatkan proses karantina ini harus dituntaskan hingga ke akar-akarnya. Karena jika tidak, akan berdampak pada animo masyarakat dunia untuk berkunjung ke Indonesia.
“Namun dalam hal ini kita optimis dan percayakan sepenuhnya kepada Polri. Kita yakin mereka mampu menyelesaikan tugas ini dengan cepat dan terukur,” tambah Dinal.
Di tempat yang berbeda, Deni Wahyudi selaku Sekretaris LSPI mendukung penuh penugasan Polri untuk memberantas mafia karantina yang mengusik eksistensi pariwisata di Indonesia.
“Kita dukung penuh penugasan Polri dalam memberantas mafia karantina yang mengusik eksistensi dunia pariwisata Indonesia yang tengah berjuang untuk bangkit kembali,” Kata Deni.
Deni berharap, instruksi Presiden dapat diterjemahkan dengan baik oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Selain itu, dia mengaku optimis bahwa Kapolri mampu memainkan peranannya sebagai aktor penting dalam Penanganan Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional.
“Kita percaya Kapolri mampu terjemahkan instruksi Presiden dengan baik. Kita juga optimis Polri mampu memainkan peranannya sebagai aktor penting dalam penanganan Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional,” tutup Deni.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi





