Site icon LEAD.co.id

Mengintip “Kongkow Milenials” di Ruang Toleransi

Kongkow Milenials, Diskusi Perdamaian, Ruang Toleransi

Diskusi perdamaian bertajuk "Kongkow Milenials", di Cafe Ruang Toleransi, Jl. Malabar I, No. 17, Kota Bogor, Sabtu petang (7/3/2020).

LEAD.co.id | Forum Muda Lintas Agama (Formula) Badan Sosial Lintas Agama (Basolia) mengadakan kegiatan nonton bareng dan diskusi perdamaian bertajuk “Kongkow Milenials”, di Cafe Ruang Toleransi, Jl. Malabar I, No. 17, Kota Bogor, Sabtu petang (7/3/2020).

Panitia Pelaksana, Juandi Gultom menerangkan, kegiatan “Kongkow” ini menjadi ruang dialog untuk para generasi muda, sehingga bisa meminimalisir terjadinya konflik dan sikap intoleransi.

Hadir selaku narasumber diantaranya Direktur YLBHI Asfinawati, Komisioner Komnas HAM M. Choirul Anam, Direktur Watchdoc Andhy Panca Kurniawan, Pengurus Basolia Pdt. Darwin Darmawan, dan LSM Imparsial. Acara ini diikuti oleh seratusan peserta diantaranya dari elemen pegiat HAM, organisasi Kemahasiswaan (Cipayung), ormas Keagamaan, Komunitas Pecinta Musium, GAMKI, Gusdurian, GP Ansor.

“Perdamaian abadi tidak akan tercipta sebelum keadilan berjalan dengan baik,” kata direktur YLBHI, Asfinawati saat mengisi diskusi perdamaian.

Menurutnya, intoleransi terjadi karena adanya ketidakadilan sosial. Sedangkan terkait maraknya intoleransi, Asfi mengajak para generasi muda melakukan perubahan secara sosial maupun hukum.

Suasana diskusi perdamaian bertajuk “Kongkow Milenials”, di Cafe Ruang Toleransi, Jl. Malabar I, No. 17, Kota Bogor, Sabtu petang (7/3/2020).

Merespon hal ini, komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengucapkan terimakasih kepada pihak panitia atas diadakannya kegiatan ini. Dirinya menghimbau agar anak anak muda bisa menyisakan waktu sekitar 10 menit saja untuk melakukan kegiatan merawat toleransi.

“Anak anak muda tolong sisakan wakti sedikit saja, untuk mengikuti kegiatan merawat toleransi,” imbau Choirul.

Menurut Choirul, doktrin HAM, lada dasarnya tidak mempersoalkan perbedaan RAS. Sedangkan konteks perbedaan agama, kita harus menghargai kebebasan beragama, tapi juga sesuai dengan konteks hukum.

Lebih lanjut dia mengatakan, trend hari ini bukanlah banyaknya kekerasan, tetapi adalah maraknya sikap intoleransi. Karenanya, menyikapi hal itu, tidak hanya pada aspek hukum, tapi juga aspek sosial dan kebudayaan.

Dalam kesempatan ini, Komisioner Komnas HAM ini berharap, Basolia bisa menjadi aktor untuk memerangi intoleransi dan merawat toleransi.

Kegiatan diskusi Perdamaian bertajuk “Kongkow Milenials”, di Cafe Ruang Toleransi, Jl. Malabar I, No. 17, Kota Bogor, Sabtu petang (7/3/2020).

Dari Basolia, Pdt. Darwin Darmawan mengungkapkan tentang basis keagamaan di Indonesia. “Kita punya basis keagaamaan yang unik. Indonesia, punya pluralitas yang sulit dipecah belah,” kata dia.

Dia juga bersyukur bahwa, Islam sebagai agama mayoritas di Indonesia mempunyai sikap toleransi yang tinggi, sebagai rohmatan lilalamin. “Masa depan Islam itu ada di Indonesia,” kata dia.

Disela kegiatan diskusi perdamaian ini juga diadakan pemutaran film berjudul “Beta Mau Jumpa”. Sedangkan pada sesi akhir, dilakukan diskusi kelompok dari para peserta.

Reporter: Manto Arya
Editor : Aru Prayogi

Exit mobile version