Menyala di Istana Bogor, Mahasiswa Unpak Keluhkan Kondisi Ekonomi

oleh -107 views

BOGOR (Lead.co.id) – Aksi unjuk rasa yang digelar BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan (FEB Unpak) di kawasan Pintu 1 Istana Bogor, pada Rabu (17/6/2026), berlangsung panas. Puluhan mahasiswa yang dipimpin Ag Sabill turun ke jalan membawa kegelisahan atas kondisi demokrasi dan ekonomi yang mereka nilai semakin jauh dari harapan rakyat.

Di tengah lantangnya orasi yang menggema di depan Istana, massa secara bergantian melontarkan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat. Isu kenaikan biaya hidup, sulitnya lapangan pekerjaan, hingga polemik sejumlah kebijakan nasional menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.

Baca :  Program KKN, 192 Mahasiswa FKIP Unpak Mengabdi di 20 Desa

Ketegangan meningkat saat kobaran api muncul di tengah barisan massa setelah adanya aksi pembakaran bensin sebagai simbol kekecewaan terhadap kondisi yang mereka sebut semakin menekan rakyat. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan sesaat dan membuat aparat pengamanan bergerak cepat mengendalikan situasi.

Meski diwarnai insiden tersebut, semangat massa tidak surut. Mahasiswa tetap melanjutkan orasi dengan nada keras, menegaskan bahwa suara rakyat tidak boleh diabaikan oleh para pengambil kebijakan.

Ketua BEM FEB Unpak, Ag Sabill, menegaskan bahwa mahasiswa akan terus berdiri di garis depan ketika berbagai persoalan rakyat tidak kunjung mendapat jawaban yang nyata.

Baca :  Tolak Glow, Rakyat Bogor Menggugat Akan Kepung Istana Bogor

“Mahasiswa tidak akan diam ketika rakyat terus dibebani, sementara solusi yang dijanjikan tak kunjung dirasakan. Kami hadir untuk mengingatkan bahwa kekuasaan harus berpihak kepada rakyat, bukan sekadar menjaga kepentingan elite,” tegasnya dalam orasi.

Setelah menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap, massa akhirnya membubarkan diri dengan pengawalan aparat kepolisian. Aksi berakhir, namun pesan yang dibawa mahasiswa masih menggema pemerintah diminta lebih peka terhadap suara rakyat yang semakin keras menuntut perubahan.

Surya Sp