Merasa Lahannya Diserobot, Warga Gugat Korem 181 PVT Sorong

0

LEAD.co.id | Merasa lahan seluas kurang lebih lima hektar miliknya diserobot, Johanis Kenot dan Johana Kenot menggugat Komandan Resor Militer 181/PVT Sorong (Tergugat I) serta Seblon Klaibin Klakma (Tergugat II) ke Pengadilan Negeri Sorong Klas 1B secara Perdata.

Johanis Kenot didampingi Kuasa Hukumnya, Markus Souissa dan Aprilia Souissa usai mendaftarkan gugatan menjelaskan bahwa, gugatan yang didaftarkan ada dua, atas nama istrinya Johana Kenot dengan nomor perkara 42/Pdt.G/2019 PN Son, dengan obyek tanah seluas 20.000 hektare, sementara gugatan nomor 41/Pdt.G/2019 PN Son, obyek tanah seluas 30.000 hektare, atas nama Johanis Kenot.

Dalam gugatan Perbuatan Melawan Hukum dijelaskan bahwa Johanis Kenot dan istrinya Johana telah memiliki tanah seluas 5 hektare tersebut sejak tahun 1992. “Kepemilikan tanah ini berdasarkan Surat Pernyataan Pelepasan Hak atas tanah nomor 592-2/84 dan dibawah Nomor Register 593.8/84/92 oleh Kepala Wilayah Kecamatan Lukas Burung, BA tertanggal 20 Maret 1992 oleh Orgenis Osok mengetahui Kepala Desa Aimas, Yonathan Klaibin. Tanah seluas 20.000 meter persegi milik Johana Kenot dibeli seharga Rp 1.600.000,” ungkap Johanis Kenot kepada Redaksi LEAD.co.id, Jumat (3/5).

Baca :  PERADI Pergerakan: Gugatan Terhadap Ahli bisa Merusak Tertib Hukum

Menurutnya, tanah yang menjadi milik Johana Kenot sejak tahun 1992, sebelah utara berbatasan dengan tanah milik Marga/Keret Osok, selatan berbatasan dengan tanah milik Kodim, sebelah barat dengan tanah milik Johanis Kenot dan sebelah timur berbatasan dengan tanah milik Marga/Keret Osok.

Akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tergugat I dan Tergugat II, Penggugat mengalami kerugian materiil maupun immateriil. Karena para tergugat harus membayar semua kerugian secara tanggung renteng sebesar Rp 3.500.000.000.

Sama halnya dengan tanah milik Johanis Kenot seluas 30.000 meter persegi, yang juga dibeli dari Orgenis Osok sebesar Rp 2.400.000. Tanah yang tercatat dalam Surat Keterangan Bukti Pemilik Tanah Adat nomor 592.2/83/1992 berbatasan langsung, sebelah utara dengan tanah adat milik Marga/Keret Oso, selatan dengan tanah milik Kodim, sebelah barat berbatasan dengan Thomas Kilanop, sementara di sebelah timur berbatasan dengan tanah Johana Kenot.

Baca :  Sebarkan Kesadaran Bela Negara, Watannas Kunjungi Papua

Nah, soal ganti rugi yang harus dilakukan para tergugat, pihaknya meminta agar hak kami tolong dihargai. Pihak tergugat diminta membayar kerugian dan immateriil senilai 4,5 miliar,” kata Johanis Kenot.

Johanis Kenot pun mengakui, beberapa waktu lalu terjadi insiden yang dilakukan adik kami yang telah mengambil kunci alat berat dan merusak tandon air. Ketika hal itu diketahui pihak tergugat I, yang kemudian mengatakan untuk diselesaikan melalui jalur hukum, kami sangat berharap hak kami tolong dihargai,” ucapnya. (Dzl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here