Site icon LEAD.co.id

Meresahkan, Polresta Bogor Tangkap 20 Pengedar Narkoba

Meresahkan, Polresta Bogor, Pengedar Narkoba, Narkoba

BOGOR (LEAD.co.id) – Polresta Bogor Kota telah melakukan penangkapan jaringan Narkoba yang meresahkan. Petugas berhasil meringkus 20 orang pelaku yang talah ditetapkan sebagai tersangka.

“Alhamdulillah berkat kerja keras Satnarkoba Polres Bogor Kota berhasil membekuk 20 orang pelaku tindak kejahatan Narkoba dengan barang bukti,” kata Kapolres Bogor Kota, Kombes Susatyo Purnomo Condro saat konferensi pers, pada Selasa (25/1/2022).

Dia menyebutkan, di awal tahun ini, Polres Bogor Kota berhasil mengungkap 2, 2 kilogram Sabu dan 1,5 kilo ganja dengan tersangka sebanyak 20 orang. Para pelaku terdapat beberapa kasus yang menonjol.

Pertama tersangka TB Rahman Hidayat (36) ditangkap petugas di perumahan Chitoh Cibungbulang Kabupaten Bogor, 27 Desember lalu. Barang bukti sebanyak 5 ons Sabu.

Tersangka kedua Deni Syaifulloh (33) ditangkap 23 Desember 2021 pukul 01:00 malam, hasil razia lalu lintas. Tersangka berikutnya Mulyadi (26) ditangkap 6 Januari tahun ini pukul 22:00 di perumahan Ciomas Permai, barang bukti 1 kilo gram dan Doni Setiawan ditangkap di Baranangsiang dengan barang bukti setengah kilo gram.

Ditangkapnya sejumlah pelaku, kata Susatyo, menunjukan komitmen Polisi jelas untuk memberangus Narkoba di Kota Bogor. Hasil pengungkapan terdapat 16 Kasus dengan 18 orang tersangka. Sedangkan ganja dua kasus dengan dua tersangka.

“Barang bukti dari Narkotika jenis Sabu sebanyak 211 paket dengan berat 2.24 kilo dan ganja 37 paket dengan berat 1,46 kilogram,” kata Susatyo.

Para pelaku ditangkap di enam kecamatan di Kota Bogor dan satu kasus di Kabupaten Bogor hasil pengembangan petugas.

Para pelaku melanggar Pasal 114 ayat 2 subsidier pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 111 ayat 1 Undang undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup atau penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun.

Tersangka berikutnya IF (30), MR (25), EA (27), SP (29), Fir (52), Di (30), MP (27), YP (25), Mul (26) AA (23), SR (21), MM (21), DS (21), EBP (39), HHF (49), MAA (31).

Para tersangka beroperasi di Bogor Raya dan Kabupaten serta Cianjur. Modus para pelaku masih sama yakni model adres, shelter terputus, antara penjual dan pembeli menentukan titik tertentu.

Susatyo meminta masyarakat bila ada indikasi, disuatu daerah atau pun orang maupun barang dan kendaraan yang mencurigakan perdagangan gelap narkotika,” ungkap Susatyo.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Exit mobile version