Polresta Bogor Kota Ungkap 19 Kasus Narkoba Selama Juni 2020, 24 Diantara Ditetapkan Tersangka

0

LEAD.co.id Bisnis peredaran barang haram khususnya jenis narkoba di wilayah hukum Polresta Bogor Kota, ternyata masih menjadi tempat yang nyaman dan basis pasar yang menggiurkan dalam usahanya, ini diungkapkan dalam konferensi pers didepan awak media yang berlokasi di Mako Polresta Bogor Kota Jalan Kapten Muslihat Kecamatan Bogor Tengah, Kamis (09/07/2020).

Menurut Kapolres Bogor Kota, Kombes Pol Hendri Fiuser, semua hasil penangkapan 19 kasus narkoba dan 24 menjadi tersangka selama kurun waktu di bulan Juni 2020. Adapun modus para bandar narkoba menjual Narkoba masih dengan gaya lama, para bandar memerintahkan kurir dengan sistem penjualan tempel.

Baca :  Polemik Dana BOS, Mapancas Sebut Bogor Kota Korupsi

“Semuanya masih menggunakan modus yang sama dengan cara tempel, Adapun ke 19 tersangka pengedar narkoba itu yakni, AM, NK, MHR, AM, DK, PR, MA, SH, DR, LS, ARI, MD, MS, AR, RD,IK, AS,AR dan RD. Dengan barang bukti yang diamankan sabu 66 gram, ganja 2,52 kg dan tembakau gorilla 90 gram,” ungkapnya.

Dilokasi yang sama Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota Kompol Indra Sani mengatakan, bahwa beberapa narkotika yang dipasarkan melalui cara baru yaitu dengan sistem online diantaranya adalah Narkoba sinte atau gorila.

Baca :  Terungkap, Ada Perempuan Saat Penangkapan Andi ARief

“Tidak hanya memasarkan melalui media sosial, para pengedar juga memanfaatkan jasa pengiriman barang untuk mengirim barang haram tersebut, meski para pembeli berhasil ditangkap, pihak kepolisian masih memburu para pengedar dan penjual Narkoba dengan menggunakan media online yang lainnya,” tegasnya.

Selain itu menurut Indra, apa yang disampaikan Kapolresta, bahwa ini belum bisa dikatakan jaringan besar atau tidak, tapi paling tidak tetap ada upaya dan usaha semaksimal mungkin guna mengungkap jaringan via online tersebut tapi pasti sudah ada jaringan.

“Para tersangka kini terancam hukuman minimal 6 tahun penjara, karena melanggar pasal 114 ayat (2) subsidier pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (1) subsider pasal 111 ayat (1) Undang undang nomer 35 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara denda paling sedikit Rp 1 miliar,” pungkasnya.

Baca :  Gandeng Katar Empang, HMI Cabang Kota Bogor Salurkan Thermogun

Reporter : Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here