PPDB Tahap Akhir Kota Bogor, 92% Siswa Daftar Pada Zona Satu

0
Ilustrasi, tampilan awal website PPDB Kota Bogor

LEAD.co.id | Pengumuman hasil seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 tingkat SMA, SMP dan SD sederajat resmi di umumkan pada hari ini (08/06/2020).

Meskipun ada rasa kekecewaan orangtua siswa yang anaknya tidak dinyatakan lulus di sekolah negeri. Namun, sebagian pihak juga menganggap pelaksanaan PPDB online tahun ini lebih transparan, pasalnya dapat di pantau oleh siapapun.

Saat disambangi, Fahrudin, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor mengatakan, Pemerintah Kota melalui Disdik telah maksimal dan transparasi dalam pelaksanaan PPDB tahun 2020.

“Secara sistem aplikasi sudah bagus, zonasi pun berjalan dengan mendekatkan sekolah dengan jarak rumahnya. Dengan online seperti ini juga masyarakat dengan mudah mengetahui hasil seleksinya,” sampainya.

Baca :  Besok, Anak Milenial KAPT Nobar Film Naga Bonar

Dirinya menambahkan, sistem zonasi pada PPDB tahun ini berjalan sukses. Pasalnya sekitar 92% anak mendaftar pada jarak terdekat.

“Tahun ini 92% anak mendaftar di zonasi satu (100), meskipun ada juga yang mendaftar di zonasi dua (75) bahkan sampai zonasi empat (25) pun ada. Tapi, tetap kita juga harus memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi siapapun dengan menerima pilihannya jaraknya,” tambahnya.

Menurutnya, penggabungan nilai zonasi dengan nilai rata-rata siswa dapat diketahui perolehan jumlah akhirnya dan hal ini akan menjadi adil bagi para pendaftar.

Baca :  Zona Merah Covid-19, Kota Bogor Terapkan Semi Lockdown

“Kalau penilaiannya hanya berdasarkan zonasi pastinya tidak akan adil bagi pendaftar di jarak yang jauh. Sehingga nilai zonasi digabung dengan nilai rata-rata yang dijadikan score akhirnya dan tentunya disesuaikan dengan kouta yang ada disekolahnya,” sampainya.

Dirinya juga berharap, masyarakat khususnya orangtua dapat melepaskan negeri minded dengan memaksakan anaknya untuk masuk.

“Kedepan, saya berharap masyarakat harus dapat mensejajarkan sekolah swasta dan menghilangkan negeri minded. Juga terpenting jangan sampai ada anak putus sekolah lantaran tidak masuk di sekolah negeri,” tutupnya.

Reporter : Jhonie
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here