BOGOR (LEAD.co.id) – Pelaksana proyek jaringan irigasi sungai Ciliwung merespon adanya mis-komunikasi terkait keluhan warga karena adanya alat berat yang menutup jalan tanpa pemberitahuan.
“Mungkin ada mis-komunikasi, mungkin salah dari kita telat menyampaikan informasi kepada RT dan RW, tapi kita sudah melampirkan pemberitahuan kerja pada aparatur setempat,” ungkap Gerry Seftian Ambadar saat dikonfirmasi tim LEAD.co.id, pada Sabtu (7/8/2021).
Sebelumnya dikabarkan adanya warga Sempur, Bogor Tengah yang mengaku kesal karena alat berat menutup jalan di depan rumahnya. Pasalnya, tidak ada pemberitahuan sama sekali tentang keberadaan alat berat tersebut.
Sedangkan untuk merespon komplain warga, pihaknya telah membuat jalan agar akses mobil bisa masuk. Namun dia mengakui adanya mis-komunikasi soal penurunan alat berat.
“Sementara yang penting akses mobil masuk. Untuk masalah ijin, kita sudah ijin, mungkin ada mis-komunikasi sedikit untuk masalah penurunan alat berat,” ungkapnya.
Atas hal itu, Gerry meminta maaf jika ada warga yang merasa terganggu. Pihaknya menyatakan siap berkomunikasi dan berkoordinasi untuk menyelesaikan setiap permasalahan di lapangan.
Proyek Provinsi Jawa Barat untuk perbaikan bendungan di daerah aliran kali (sungai) Ciliwung ini menelan anggaran senilai 1,5 Miliar. Proyek ini mulai kontrak kerja pada tanggal 26 Juli 2021 dengan jumlah pekerja sebanyak 34 orang.
“Sekarang kita lagi buat jaringan irigasi untuk memperbaiki mercu atau bendungan di daerah aliran kali (sungai) Ciliwung untuk membuka aliran sungai ke sungai Cibagolo,” papar Gerry kepada awak media.
Reporter: Surya Sp, Daeng Olleng
Editor: Aru Prayogi

